Senin, 16/10/2023 09:41 WIB
Denpasar, Jurnas.com - Overseas Training Center (OTC) Bali sedang bersiap untuk beralih status dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) menjadi politeknik. Hal ini disampaikan oleh Pendiri sekaligus CEO OTC Bali, I Wayan Rediyasa.
Redi menceritakan proses peralihan OTC Bali menjadi politeknik berawal ketika Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) menilai laporan Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) cukup baik bahkan dijadikan percontohan.
Tak berselang lama kemudian, Direktur Kursus dan Pelatihan (Dirsuslat) Ditjen Pendidikan Vokasi merekomendasikan LKP tersebut menjadi politeknik.
"Tahun lalu, Bu Dirjen (Dirjen Diksi Kiki Yuliati, Red) juga bilang agar OTC Bali pindah liga. Sekarang kan LKP pindah liganya ke politeknik. Sampai terakhir, kami divisitasi bersama verifikator," ungkap Redi di sela-sela press tour Ditjen Diksi Kemdikbudristek beberapa waktu lalu di Denpasar, Bali.
Wamendikdasmen Lepas Ribuan Peserta Kursus OTC Bali ke Luar Negeri
Bukan Pilihan Kedua, Mendiktisaintek Sebut Politeknik Justru Strategis
Menko PM Usul Bentuk Badan Vokasi Nasional, Perkuat Sistem Vokasi
Singkat cerita, proses verifikasi OTC Bali menjadi politeknik berjalan mulus. Saat ini, pihaknya menunggu Surat Keputusan (SK) Mendikbudristek sebelum resmi beralih menjadi politeknik. Rencananya, peresmian politeknik akan digelar pada 20 Oktober 2023 mendatang.
"Tiga hari lalu saya berkoordinasi dengan Bu Kiki (Dirjen Diksi, Red) untuk peluncuran tanggal 20 Oktober ini," imbuh dia.
Politeknik OTC Bali, lanjut Redi, nantinya akan berdiri di Kabupaten Gianyar. Untuk sementara, Politeknik OTC Bali akan menempati bangunan LKP OTC Bali seluas 2.700 meter persegi, sembari membangun gedung tambahan di lahan baru.
"Persyaratan politeknik itu minimal 5.000 meter. Akhirnya kami mengontrak lagi 5.700 meter, di sana kami akan bangun gedung politeknik baru," ujar Redi.
Setelah beralih menjadi politeknik, LKP OTC Bali tidak serta-merta ditutup. Lembaga ini tetap dipertahankan keberadaannya, karena masih memiliki peminat tinggi dari sektor industri, terutama hotel-hotel berbintang di Taiwan.
"Politeknik ini justru untuk memenuhi kebutuhan industri di Jepang, China, Korea Selatan, yang memang membutuhkan pekerja lulusan D-4," tutup Redi.