Kemitraan Kunci SMKN 3 Denpasar Genjot Keterserapan Lulusan

Senin, 16/10/2023 05:10 WIB

Denpasar, Jurnas.com - Keterserapan lulusan merupakan salah satu pertimbangan calon siswa ketika memilih satuan pendidikan. Semakin tinggi angkanya, maka akan semakin digandrungi oleh peserta didik.

Kebutuhan tersebut ditangkap oleh SMK Negeri 3 Denpasar, Bali, dengan menjalin kemitraan bersama industri. Harapannya, lulusan SMK Pusat Keunggulan di bidang perhotelan ini bisa langsung terserap di dunia kerja.

Kepala Sekolah SMKN 3 Denpasar, Anak Agung Bagus Wijaya Putra mengatakan pihaknya saat ini bekerja sama dengan berbagai hotel berbintang di Bali, sebagai tempat magang siswa. Hasilnya cukup baik. Sebab, para lulusan langsung dipinang oleh industri.

"Ada di Sanur, termasuk Hotel Mercure. Ada Swiss-Bell juga. Grup Accord itu semua jadi mitra kita, grup Wyndham juga. Kita justru kurang siswa, permintaannya tinggi," terang Agung ketika ditemui di sela-sela Press Tour Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) beberapa waktu lalu.

Namun, tidak semua siswa merasakan durasi magang yang sama menurut keterangan Agung. Dia membagi siswa menjadi tiga, yakni kelas pekerja, kelas wirausaha, dan kelas perguruan tinggi. Masing-masing kelas, lanjut Agung, memperoleh sistem pembelajaran yang berbeda,

Khusus siswa kelas pekerja akan dimasukkan ke kelas industri, sehingga dapat merasakan pengalaman magang selama satu tahun, lebih lama dari dua kelas lainnya. Adapun kelas wirausaha, akan mendapatkan kelas khusus dari para wirausahawan yang sukses di bidangnya.

Sementara itu, kelas perguruan tinggi diperuntukkan bagi siswa yang berniat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pasca lulus. Kendati demikian, siswa yang tergabung di dalam kelas ini tetap mendapatkan pengalaman magang.

"Kelas industri rupanya diminati oleh hotel-hotel. Mereka ingin dapat siswa dari kelas industri," ujar Agung.

Manfaat pengalaman magang dirasakan betul oleh Ni Kadek Sika, alumnus SMKN 3 Denpasar. Lulusan 2017 silam itu kini sudah bekerja di Departemen Dapur (Kitchen) Hotel JW Marriot Uluwatu.

Kadek menceritakan dulunya dia merupakan siswi jurusan Tata Boga. Selama bersekolah di SMKN 3 Denpasar, dia cukup aktif mengikuti berbagai perlombaan yang berhubungan dengan memasak.

Berkat program magang dan dukungan penuh dari sekolah, Kadek mendapatkan bekal yang cukup ketika melamar kerja. Bahkan, dia diterima bekerja ketika masih melakoni kuliah.

"Saya menguasai apa yang saya dapat di training selama enam bulan dari sekolah. Dari sana, saya bisa Japanese Food, Cold Kitchen, Hot Kitchen, Pastry, dan Bakery," tutur Kadek.

Perjalanan berbeda dialami Ni Putu Megita Saraswati. Alumnus SMKN 3 Denpasar lulusan 2017 itu saat ini berkiprah sebagai pemilik salah satu jasa spa di Bali.

Menurut Megita, pengalaman magang lah yang menjadi alasan dirinya menyediakan jasa spa standar hotel dengan harga yang cukup terjangkau. Dengan strategi itu, Megita kini siap untuk membuka toko cabang ketiga.

"Saya buat yang lebih affordable per jam hanya Rp200 ribu," ungkap Megita.

Megita mengakui dirinya masih kesulitan mencari terapi terampil di Bali, sebab kebanyakan terapis memilih bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar. Oleh karena itu, dia lebih banyak merekrut lulusan SMKN 3 Denpasar guna memberikan pengalaman bekerja.

Diketahui, SMK PK merupakan program unggulan Ditjen Pendidikan Vokasi dengan tujuan mengembangkan SMK dengan keahlian tertentu, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kinerja. Untuk mencapai keahlian tersebut, SMK PK harus melakukan kemitraan dengan industri, pemerintah daerah, serta perguruan tinggi vokasi sebagai pendamping.

TERKINI
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan? Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten Mulai 2027, Singapura Hadirkan Terminal Privat di Bandara Changi