Sabtu, 14/10/2023 06:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Berita bohong (hoax) diprediksi bakal terjadi dalam Pemilu 2024, terutama melalui media sosial. Dalam membangun literasi digital menjadi langkah Bawaslu untuk mencegah terjadinya hal tersebut.
Kooordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas pada Bawaslu RI, Lolly Suhenty menjelaskan pihaknya telah membangun digital pengawas partisipatif bernama `Jarimu Awasi Pemilu` untuk pencegahan hoax.
"Dalam konteks ini, bangun literasi digital menjadi suatu keharusan. Karena membangun informasi media yang positif, jadi salah satu tujuan Bawaslu," ujarnya, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (13/10/2023).
Lolly melanjutkan, Langkah penindakan Bawaslu dalam menangkal informasi hoax, dengan membangun kerjasama antarlembaga.
Kemendikdasmen Targetkan Semua Sekolah Gunakan IFP dalam 5 Tahun
PP Tunas Dinilai Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Medsos Picu Gangguan Mental Anak, Meteri PPA Pantau Implementasi PP Tunas
Hal itu terbukti, salah satu langkahnya, Bawaslu sudah menggandeng Kemenkominfo dan BSSN dalam Satgas Patroli Siber di medsos.
Keyword : Bawaslu Digital Berita Bohong pencegahan hoax pemilu 2024