Selasa, 03/10/2023 16:45 WIB
Ankara, Jurnas.com - Penyerang anyar Galatasaray, Wilfried Zaha, akan bersiap menghadapi mantan klubnya, Manchester United (MU), dalam pertandingan kedua fase grup Liga Champions di Old Trafford pada Rabu (4/10) besok.
Zaha menghabiskan dua tahun bersama Setan Merah. Sayangnya, dia hanya tampil dalam lima pertandingan di semua kompetisi, dan sempat dua kali dipinjamkan ke Crystal Palace dan Cardiff City.
Pada 2015, pemain sayap ini kembali ke Crystal Palace dengan status transfer permanen dan menghabiskan delapan musim lagi di klub tersebut, sebelum hengkang sebagai agen bebas untuk bergabung dengan Galatasaray musim panas ini.
Jelang menghadapi Setan Merah di Liga Champions, Zaha mengaku tidak terganggu dengan kegagalannya di Old Trafford, karena pengalaman itu justru membantunya menjadi lebih kuat secara mental.
Carrick Puji Insting Gol Casemiro, Sebut Punya Indra Keenam
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim
Martinelli Siap Bawa Arsenal Melangkah Lebih Jauh di Liga Champions
"Saya sedang melalui fase dalam karir saya, apakah bangkit atau mati. Fase itu membangun karakter saya. Saya bertekad untuk tidak membiarkan karir saya mati," tegas Zaha dikutip dari Goal pada Selasa (3/10).
Pemain timnas Pantai Gading ini mencetak 68 gol dalam 291 penampilan Liga Inggris untuk The Eagles. Salah satunya terjadi ketika melawan MU pada 2020 lalu. Menurut Zaha, gol itu tidak terlalu istimewa.
"Itu hanyalah pertandingan liga biasa. Saya memiliki masa lalu di sini, namun saya berusia 19 atau 20 tahun. Ketika saya kembali ke Palace dan menjalani pertandingan liga melawan mereka, itu hanyalah pekerjaan. Saya merasa tidak ada berbeda," ujar dia.
Sejak bergabung dengan raksasa Turki pada musim panas, pemain 30 tahun itu telah mencetak satu gol dan memberikan satu assist dalam enam penampilan. Dia berpeluang besar menjadi starter melawan United.