Jum'at, 22/09/2023 14:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong pemerintah melakukan edukasi kepada pedagang agar dapat memanfaatkan teknologi untuk lebih berkreasi dalam pemasaran produk. Hal tersebut agar pedagang tidak hanya bisa memasarkan produknya di pasar tradisional, tetapi juga di pasar digital.
"Menurut saya perlu ya perlu edukasi dari pemerintah mencari jalan keluar membantu pedagang Tanah Abang ini bagaimana mengkreasikan pemasaran mereka, mengkreasikan pemasaran mereka, jangan sampai pasar legendaris Tanah Abang ini tutup karena kalah bersaing," ujarnya kepada Parlementaria, di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/9).
Misbakhun menambahkan, adanya persaingan dagang antara pasar tradisional dan pasar digital saat ini harus diatur dalam regulasi. Pemerintah, menurutnya harus memberi perhatian lebih pada fenomena yang terjadi pada pedagang Pasar Tanah Abang yang mulai sepi pembeli karena gempuran perdagangan di pasar digital.
"Keluhan-keluhan mereka harus menjadi perhatian pemerintah, karena pedagang Tanah Abang ini mempunyai sistem distribusi ke seluruh pelosok. Mereka menghidupi industri, menghidupi mata rantai perdagangan, dan mempekerjakan banyak ribuan pegawai, buruh dan sebagainya. Sehingga mereka perlu dijaga eksistensinya, dan pemerintah harus turun tangan segera melalui program edukasi melalui program bantuan apapun yang sifatnya itu menjadi solusi dan menjadi jalan keluar," jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Komisi XI: Sektor Ekonomi Digital Dapat Perkuat Penerimaan Negara
Komisi XI Soroti Disorientasi Mandat LPEI: Motor Pembiayaan Ekspor Nasional
Misbakhun Sebut KEM-PPKF Disampaikan Prabowo jadi Tradisi Baru
Diketahui, pedagang Tanah Abang akhir-akhir ini mengeluhkan sepinya dagangan mereka karena pembeli lebih memilih berbelanja melalui pasar digital. Pedagang Tanah Abang mendesakan untuk menutup Tiktok Shop sebagai social-commerce yang dianggap telah menggerus bisnis mereka di pasar fisik.