Senin, 18/09/2023 23:08 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad angkat bicara terkait pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki data intelijen arah partai politik (parpol). Dasco yakin Jokowi tak akan menyalahgunakan data tersebut.
"Data-data intelijen itu bukan hanya tentang politik, akan tetapi berbagai hal ekonomi budaya dan yang diperlukan oleh seorang presiden dalam berbagai pertimbangan. Salah satunya mengambil keputusan," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/9).
Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini meminta agar pernyataan Presiden Jokowi tak dijadikan polemik.
"Beliau punya banyak data intelijen. Nah kalau beliau sampaikan bahwa dia punya data intelijen misalnya, tentang parpol, tentang tokoh politik, ya itu memang betul. Dan itu nggak ada salahnya menurut saya," ungkapnya.
Anggota DPR Pertanyakan Anggaran 83.980 Posbankum Desa/Kelurahan
KPK Dapat Tambahan Rp774,31 Miliar, Anggaran 2027 Jadi Rp2,22 Triliun
Komisi III Setujui dan Perjuangkan Tambahan Anggaran Polri Rp44,9 T
Dasco kembali menekankan bahwa data tersebut tidak akan disalahgunakan oleh Presiden Jokowi. Dia yakin, data tersebut hanya akan digunakan untuk keperluan tertentu.
"Saya pikir presiden menempatkan diri sebagai negarawan sehingga saya yakin dan percaya bahwa data di intelijen yang dipunyai oleh Presiden sebagai kepala negara tentunya hanya dipakai dalam hal pengambilan keputusan-keputusan strategis dalam mengelola pemerintahan, tidak untuk yang lain," demikian Dasco.