Senin, 18/09/2023 15:03 WIB
BENGALURU - India akan melakukan uji coba penting dalam misi luar angkasa berawak ambisius Gaganyaan pada awal bulan depan, kata direktur proyek misi R. Hutton kepada Reuters.
Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) saat ini sedang melatih empat astronot dan berupaya memperluas kelompok tersebut karena bertujuan untuk lebih banyak misi berawak di masa depan, kata Hutton.
Misi Gaganyaan bertujuan untuk mengembangkan kapsul ruang angkasa yang dapat dihuni manusia yang akan membawa tiga awak ke orbit sejauh 400 km (250 mil) selama tiga hari, sebelum kembali ke tempat aman dalam pendaratan yang direncanakan di Samudera Hindia.
ISRO mengatakan akan mencari cara untuk mencapai kehadiran manusia yang berkelanjutan di luar angkasa setelah Gaganyaan selesai.
21 Orang Lebih Tewas dalam Kebakaran Hotel di New Delhi
Polarisasi Agama di India Menguat, Muslim Solid Dukung Oposisi
Menelusuri Sejarah Panjang Pembangunan Rel Kereta Api di Indonesia
Tim tersebut bertujuan untuk menguji sistem pelarian awaknya, yang dapat digunakan untuk mengeluarkan astronot dalam keadaan darurat, sebelum melakukan serangkaian tes lain sebelum tahap peluncuran terakhir, kata Hutton, menambahkan: "Keselamatan adalah hal terpenting yang perlu kami pastikan ".
Sekitar 90,23 miliar rupee India ($1,1 miliar) telah dialokasikan untuk misi tersebut, yang dilakukan setelah badan antariksa tersebut melakukan pendaratan bersejarah pesawat Chandrayaan-3 di kutub selatan bulan.
Meskipun jadwal pastinya belum diketahui, misi tersebut diperkirakan akan diluncurkan dari pelabuhan antariksa utama negara di Sriharikota sebelum tahun 2024.
Badan antariksa tersebut sebelumnya mengatakan Pusat Antariksa Vikram Sarabhai telah berhasil menguji sistem untuk menstabilkan modul awak dan secara aman mengurangi kecepatannya saat masuk kembali.
Keyword : Pesawat Luar Angkasa India Mendarat Bulan