Sabtu, 16/09/2023 13:21 WIB
London, Jurnas.com - Pelatih Manchester United (MU), Erik ten Hag menegaskan bahwa dirinya tidak akan meneruskan budaya buruk di klub, ketika pertama kali membesut Setan Merah pada musim panas 2022.
Hal ini disampaikan menyusul ketegangan antara dirinya dengan penyerang Jadon Sancho, yang kini berlatih terpisah karena pembicaraan kedua belah pihak berakhir buntu.
Menurut Ten Hag, pihaknya memberlakukan standar yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Dia juga akan terus membuat keputusan sulit demi kebaikan Setan Merah.
"Tidak pernah ada orang yang membuat satu kesalahan pun, ini adalah keseluruhan proses sebelum Anda mencapai hasil tertentu mengenai garis yang tegas. Ada struktur untuk melewati garis sehingga Anda harus kuat," kata Ten Hag dikutip dari Sports Mole pada Sabtu (16/9).
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim
Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United
Kalah dari Leeds, Carrick: MU Tidak Kehilangan Kepercayaan Diri
MU saat ini juga memiliki masalah di sisi kanan serangannya, karena Antony harus absen dan tetap berada di Brasil untuk menangani masalah pribadi, di tengah tuduhan kekerasan seksual.
Akhir pekan ini, MU akan menghadapi Brighton & Hove Albion dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris. Ten Hag memperkirakan laga itu akan berlangsung ketat, karena klub asuhan Roberto de Zerbi itu dua kali mengalahkan MU musim lalu.
"Biasanya kami menghadapi dua pertandingan hebat di musim semi melawan mereka dan kami tahu kami harus bermain sebaik mungkin besok karena mereka akan berkorban dan menderita karena ini memberi Anda banyak pilihan, jadi kami sangat menantikannya," tutup dia.
Keyword : Erik ten Hag Manchester United Tradisi Buruk