AS Batasi Ekspor Chip AI Nvidia dan AMD ke Timteng

Kamis, 31/08/2023 12:14 WIB

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) mulai memperluas pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD), ke berbagai negara di luar China, termasuk sejumlah negara Timur Tengah.

Pekan lalu, Nvidia mengatakan bahwa pembatasan tersebut tidak akan berdampak secara langsung. Dan chip yang dibatasi ialah A100 dan H100 yang dirancang untuk mempercepat tugas pembelajaran mesin.

Dikutip dari Reuters pada Kamis (31/8), kompetitor Nvidia, AMD, juga menerima perintah pembatasan. Namun, dipastikan pembatasan itu tidak memiliki dampak material terhadap pendapatan perusahaan.

Sebelumnya, AS menerapkan kontrol ekspor karena alasan keamanan nasional. Langkah serupa yang diumumkan tahun lalu menandakan peningkatan tindakan keras AS terhadap kemampuan teknologi China, namun belum jelas risiko yang ditimbulkan oleh ekspor ke Timur Tengah.

"Persyaratan lisensi baru tidak mempengaruhi sebagian besar pendapatan kami. Kami bekerja sama dengan pemerintah AS untuk mengatasi masalah ini," demikian keterangan Nvidia.

Pada September lalu, AMD mengaku telah menerima persyaratan lisensi baru yang akan menghentikan ekspor chip kecerdasan buatan MI250 ke China.

Kemudian, Nvidia, AMD, dan Intel sejak saat itu telah mengungkapkan rencana untuk membuat chip AI yang kurang bertenaga, sehingga dapat diekspor ke pasar China.

Chip AI Nvidia dan AMD dibutuhkan China. Apabila ekspor dibatasi, maka lembaga-lembaga di China tidak akan mampu melakukan komputasi canggih untuk gambar dan ucapan, serta tugas-tugas lainnya.

TERKINI
Ngenes! 5 Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Piala Dunia DPR Minta Pemerintah Bantu Korban Kebakaran Hebat di Jakpus Rutin Bersepeda Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Stroke, Benarkah? Komisi III: RUU Polri Harus Perjelas Makna Polisi sebagai Alat Negara