Rabu, 30/08/2023 06:42 WIB
TOKYO, Jurnas.com - Tokyo menuntut agar Tiongkok menjamin keselamatan warga Jepang ketika mereka melaporkan adanya pelemparan batu bata ke kedutaan besarnya di Beijing dalam perselisihan yang meningkat mengenai pelepasan air Fukushima.
Pekan lalu, Tiongkok melarang semua impor makanan laut dari negara tetangganya ketika Jepang mulai membuang air radioaktif yang diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima dalam sebuah operasi yang dinyatakan aman oleh pengawas nuklir PBB.
Sejak itu, Jepang mendesak puluhan ribu warganya di Tiongkok untuk tidak menonjolkan diri dan meningkatkan keamanan di sekitar sekolah dan misi diplomatik.
Pada Selasa (29/8), Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi mengkonfirmasi laporan media bahwa misinya dilempari batu bata dan juga menyerukan seruan dari Perdana Menteri Fumio Kishida agar Tiongkok menenangkan situasi.
Komisi VI Minta Pemerintah Panggil Dubes Jepang Soal Limbah Fukushima
Rusia Berencana Tingkatkan Ekspor Ikan dan Makanan Laut ke Tiongkok
Jepang Tak Temukan Ada Radioaktivitas Pada Ikan di Fukushima
"Kami ingin mendesak pemerintah Tiongkok untuk segera mengambil tindakan yang tepat, seperti menyerukan warga negaranya untuk bertindak dengan tenang guna mencegah eskalasi situasi, dan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menjamin keselamatan penduduk Jepang dan misi diplomatik kami di Tiongkok," kata dia kepada wartawan di Tokyo.
"Tiongkok harus memberikan informasi yang akurat tentang pelepasan air Fukushima daripada menimbulkan kekhawatiran masyarakat yang tidak perlu dengan memberikan informasi tanpa dasar ilmiah," sambung dia.
Di Beijing, juru bicara kedutaan Jepang mengatakan kepada AFP bahwa staf sangat khawatir.
"Beberapa orang telah datang ke pintu masuk (kedutaan besar) kami," kata juru bicara tersebut. "Mereka melakukan tindakan seperti ini, lalu dibawa pergi oleh polisi bersenjata."
Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, Beijing melindungi keselamatan orang asing di Tiongkok, mengabaikan kekhawatiran pihak Jepang.
"Mengabaikan keraguan dan penolakan yang kuat dari komunitas internasional, pemerintah Jepang secara sepihak dan paksa mulai membuang air yang terkontaminasi dari kecelakaan nuklir Fukushima, yang menimbulkan kemarahan besar di antara masyarakat di semua negara," tambah dia.
"Ini adalah akar permasalahan dari situasi saat ini," sambung dia.
Pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Jepang mendesak warganya di Tiongkok untuk berhati-hati dalam berbicara dan berperilaku. "Jangan berbicara bahasa Jepang jika tidak perlu atau terlalu keras."
Telur dan batu juga dilaporkan telah dilemparkan ke sekolah-sekolah Jepang di Tiongkok. Penduduk Jepang di Tiongkok melampiaskan ketakutan mereka pada X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
"Saya agak takut. Kami harus khawatir anak-anak kami sendiri akan dirugikan oleh sesuatu yang tidak dapat kami kendalikan. Saya tidak tahu harus berpikir apa," cuit Miki, seorang wanita Jepang yang tinggal di Shanghai menurutnya profilnya.
Sumber: AFP
Keyword : PLTN FukushimaKonflik Jepang China