Jum'at, 25/08/2023 07:08 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Arab Saudi membantah laporan yang menuduh penjaga perbatasan Kerajaan membunuh migran Ethiopia di dekat perbatasan dengan Yaman.
Pada awal pekan ini, kelompok Human Rights Watch yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menuduh penjaga perbatasan Saudi telah membunuh ratusan migran Ethiopia yang mencoba menyeberang ke Arab Saudi dari Yaman.
Saudi Press Agency (SPA) pada Kamis (24/8), mengutip sumber resmi Arab Saudi mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan didasarkan pada sumber yang tidak dapat diandalkan.
"Sumber tersebut mengecam munculnya tuduhan palsu oleh beberapa organisasi tentang Kerajaan dan publikasi serta promosi laporan yang dipolitisasi dan menyesatkan dalam konteks kampanye media jahat yang berulang kali diajukan untuk tujuan dan sasaran yang mencurigakan," kata sumber tersebut.
Polemik Dam Haji Mengemuka, Jemaah Diminta Tak Bingung soal Perbedaan Fatwa
KJRI Jeddah Konfirmasi 19 WNI Diamankan Aparat Saudi Selama Musim Haji 2026
Saudi Tindak Tegas 29 Jemaah Haji Ilegal, Didenda Rp93 Juta
Arab Saudi sebelumnya telah memberikan perawatan medis kepada sekelompok orang yang ditembak oleh kelompok bersenjata untuk mendorong mereka memasuki Kerajaan secara paksa dari Yaman.
Sumber tersebut menekankan komitmen lembaga penegak hukum Arab Saudi terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia yang diatur dalam peraturannya, hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional.
"Dan untuk memberikan layanan kemanusiaan kepada mereka yang tertangkap melanggar keamanan perbatasan dan memperlakukan mereka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan kewajiban Kerajaan berdasarkan standar hak asasi manusia internasional," lapor SPA.
Sumber: Al Arabiya