Ratusan Penggemar Layangan Aduan Ramaikan Kejurnas Perlasi Piala Menpora

Minggu, 20/08/2023 06:36 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (Perlasi) secara resmi membuka kejuaraan tingkat nasional (Kejurnas) di Jakarta, Jumat (18/8/2023).

Sebanyak 256 peserta dari 18 provinsi di Indonesia semangat bertanding layangan aduan bertajuk  “Turnamen Layangan Aduan Piala Menpora Kejurnas 2023” yang akan berlangsung 17-20 Agustus tersebut.

Keterangan tertulis yang diterima jurnas.com, Minggu (20/8/2023) menyampaikan, Kejurnas Perlasi 2023 ini dibuka secara resmi oleh Asisten Kesra Walikota Jakarta Utara Muhamad Andri didampingi Muhamad Essa selaku Ketua Umum Perlasi.

Hadir juga Sekdispora DKI Jakarta Rusdiyanto dan Koh Akiat, pemain layangan aduan legendaris Indonesia, yang telah memenangkan berbagai kejuaraan dunia.

Essa Muhamad menjelaskan bahwa kejurnas memang menjadi impian para pelayang seluruh Indonesia, namun hal ini bukan puncak dari kegiatan Perlasi.

“Tahun depan kami akan mengadakan Kejuaraan layangan aduan tingkat dunia," kata Essa.

Dalam sambutannya, Muhamad Andri menyatakan memang kalau kreasi diseriuskan bisa menjadi prestasi, seperti bermain layangan aduan.

“Apalagi bermain layangan selain olah raga juga olah rasa dan olah otak. Perlu kekuatan fisik mental dan perhitungan dalam mengalahkan lawan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk  memasukkan olahraga layangan aduan menjadi cabang olahraga yang diakui oleh KONI.

Peserta kejurnas berasal dari berbagai kota di Indonesia, mulai dari DKI Jakarta, Banten yaitu Tangerang  dan Tangerang Selatan, Jawa Barat yaitu Cikarang , Purwakarta Depok, Bogor, Bandung. Jawa Tengah diwakili dari Pekalongan dan  Temanggung,  Jawa Timur  dari Situbondo dan Pasuruan.

Dari Luar Jawa ada Provinsi  Sulawesi Utara yaitu Kota Bitung, Kalimantan dari Banjarmasin dan Balikpapan. Sumatera dari Palembang Jambi, Aceh dan Lampung,  serta Bali dari Kota Singaraja, hingga Papua.

Kejurnas Perlasi kali ini dihadiri  oleh ribuan penonton dan dimeriahkan  dengan berbagai pameran produk dan bazar dari UKM dan sponsor.

Kejurnas ini mengunakan sistem gugur. Selain memperebutkan piala Menpora juga memperebutkan hadiah total sebesar Rp160 juta yang terbagi dalam juara 1, 2, 3, 4 dan juara harapan 1-4.

Juara pertama akan mendapatakan hadiah uang sebesar  Rp45 juta, juara dua sebesar Rp35 juta, juara ketiga Rp15 juta, dan juara keempat sebesar Rp10 juta. Peserta yang lolos 8 besar akan mendapat hadiah sebesar Rp4 juta. Sementara peserta lainnya dan mendapatkan hadiah hiburan.

Essa menegaskan bahwa tujuan Perlasi adalah memperjuangkan layangan aduan tidak hanya dipandang sebagai olahraga rekreasi atau hiburan semata tetapi diakui sebagai olahraga prestasi  yang mendunia. Selain itu Perlasi ingin mengangkat harkat pemain layangan aduan agar diakui sebagai atlet berprestasi dan pengrajin layangan maupun benangnya agar dibantu pengembangan usahanya sebagai UKM oleh pemerintah.

Di Indonesia  sudah menjadi sumber produksi layangan aduan di dunia. Banyak sentra pengrajin di Sumedang, Bandung, hingga Malang dan Situbondo, “Ajang kejuaraan seperti ini menjadi berkah bagi para pengrajin. Bahkan produknya sudah ada yang diekspor ke luar negeri baik itu ke Malaysia dan Singapura, juga ke Inggris, Belanda, Brazil dan Peru,” tutup Essa.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya