Kamis, 10/08/2023 15:56 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Malaysia menangguhkan sementara impor sapi dan kerbau hidup dari Australia, beberapa hari setelah Indonesia mengambil langkah serupa karena penyakit kulit LSD yang terdeteksi pada sejumlah kecil sapi Australia.
Kepala Departemen Hewan Australia, Mark Schipp mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait di Malaysia untuk mencabut pembatasan sambil memastikan negara itu tetap bebas dari penyakit tersebut.
"Kami memahami keputusan ini didasarkan pada saran Indonesia bahwa mereka tidak akan menerima sapi dari empat perusahaan ekspor tertentu menyusul deteksi LSD pada sapi Australia yang diekspor setelah mereka tiba dan menghabiskan waktu di Indonesia," kata Schipp dalam sebuah pernyataan pada Rabu (9/8).
Indonesia, pasar terbesar untuk ekspor sapi hidup Australia, pekan lalu memberlakukan beberapa pembatasan bahkan ketika para pejabat berusaha menghilangkan ketakutan dengan melakukan tes diagnostik cepat.
Naik 10 Peringkat, PSSI Targetkan Indonesia Masuk Ranking 100 Besar FIFA
KPK Periksa Pendiri Indonesian Audit Watch Iskandar Sitorus
Makna dari Tradisi Pawai Obor Malam 1 Muharram di Indonesia
Schipp mengatakan departemennya sedang bekerja untuk menyelesaikan penyelidikan status kesehatan ternak yang terkena dampak. Australia bebas dari LSD dan ekspor sapi ke Indonesia dilanjutkan dari fasilitas lainnya.
LSD, yang menyebabkan lepuh dan mengurangi produksi susu, adalah penyakit virus yang sangat menular yang menyerang sapi dan kerbau yang ditularkan melalui gigitan serangga. Itu tidak menimbulkan risiko bagi manusia.
Australia tidak merinci jumlah pengapalan yang akan terkena dampak keputusan Malaysia.
Sumber: Reuters