Rabu, 09/08/2023 07:43 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan, pihaknya telah menawarkan untuk memperpanjang penempatan tiga unit pertahanan udara Patriot di Polandia hingga akhir 2023.
"Perpanjangan setelah akhir 2023 tidak diperkirakan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa beberapa unit Patriot Jerman diperlukan untuk digunakan oleh pasukan reaksi cepat NATO pada tahun 2024, sementara yang lain harus menjalani perawatan.
Bersama dengan tiga unit pertahanan udara Patriot, sekitar 300 tentara Jerman telah ditempatkan di kota Zamosc, Polandia, sekitar 50 km dari perbatasan Ukraina, sejak awal tahun untuk melindungi kota selatan dan jalur kereta api penting ke Ukraina.
Pengerahan itu dipicu oleh rudal Ukraina yang tersesat yang menghantam desa Przewodow di Polandia pada November lalu, dalam sebuah insiden yang menimbulkan kekhawatiran perang di Ukraina akan meluas ke perbatasan.
Kanselir Jerman Usulkan Status Khusus untuk Ukraina di Uni Eropa
Kanselir Jerman Desak Perombakan Anggaran Uni Eropa demi Pertahanan
Jerman Munculkan Kembali Wacana Beli Rudal Tomahawk dari AS
Selama kunjungan ke Zamosc pada bulan Juli, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius tidak segera menanggapi permintaan mitranya dari Polandia untuk memperpanjang misi Patriot.
Hubungan antara Berlin dan partai Hukum dan Keadilan (PiS) nasionalis yang berkuasa di Warsawa telah tegang, dengan kedua belah pihak berselisih tentang berbagai topik - mulai dari pengiriman senjata ke Kyiv hingga kesepakatan migrasi Uni Eropa yang ditolak oleh Polandia.
Sistem pertahanan udara berbasis darat seperti Patriot Raytheon dibangun untuk mencegat rudal yang masuk.
Namun, mereka kekurangan pasokan di seluruh NATO karena banyak sekutu mengurangi jumlah unit pertahanan udara setelah Perang Dingin.
Invasi Rusia ke Ukraina membuat sekutu NATO berebut untuk menutup celah dalam inventaris mereka sendiri, sementara juga memasok Kyiv dengan sistem pertahanan udara untuk menangkal serangan Rusia.
Sumber: Reuters
Keyword : Rudal PatriotPerang Rusia UkrainaJerman