Minggu, 30/07/2023 09:46 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, inisiatif Afrika dapat menjadi dasar perdamaian di Ukraina. Akan tetapi, serangan-serangan Ukraina menyulitkan upaya merealisasikan perdamaian itu.
Presiden Putin berbicara pada konferensi pers setelah bertemu para pemimpin Afrika di St Petersburg pada Jumat (29/7) dan mendengar seruan mereka agar Moskow melanjutkan rencana mereka.
"Ada ketentuan dari inisiatif perdamaian ini yang sedang dilaksanakan," kata Presiden Putin. "Tapi ada hal-hal yang sulit atau tidak mungkin diterapkan."
Reuters melaporkan pada bulan Juni bahwa mediasi Afrika dalam konflik tersebut dapat dimulai dengan langkah-langkah membangun kepercayaan yang diikuti dengan penghentian perjanjian permusuhan disertai dengan negosiasi antara Rusia dan Barat.
Donald Trump Telpon Vladimir Putin
Rusia Siap Beri Dukungan 100 Persen Pemimpin Baru Iran
Mengapa Rusia Tak Bantu Iran? Vladimir Putin Ungkap Alasannya
Presiden Putin mengatakan bahwa salah satu poin inisiatif itu adalah gencatan senjata.
"Tetapi tentara Ukraina menyerang, mereka menyerang, mereka menerapkan operasi ofensif strategis skala besar. Kami tidak dapat menghentikan tembakan ketika kami diserang."
Mengenai pertanyaan memulai pembicaraan damai, dia mengatakan, "Kami tidak menolak mereka. Agar proses ini dapat dimulai, perlu ada kesepakatan di kedua sisi."
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy telah menolak gagasan gencatan senjata sekarang yang akan membuat Rusia mengendalikan hampir seperlima negaranya dan memberi pasukannya waktu untuk berkumpul kembali setelah perang selama 17 bulan.
Sumber: Reuters