Minggu, 30/07/2023 07:41 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Vladimir Putin mengatakan, Rusia selalu siap untuk skenario apa pun, termasuk potensi konfrontasi militer langsung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Dikutip dari Russia Today, Presiden Putin menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan dari wartawan terkait insiden nyaris tabrakan baru-baru ini yang melibatkan pesawat Rusia dan Amerika Serikat (AS) di Suriah.
"Tidak ada yang menginginkan itu (konfrontasi)," ucap Presiden Putin, menunjuk pada garis pencegahan konflik yang ada yang memungkinkan pejabat Rusia dan AS untuk berbicara langsung tentang situasi krisis apa pun.
Donald Trump Telpon Vladimir Putin
Rusia Siap Beri Dukungan 100 Persen Pemimpin Baru Iran
Mengapa Rusia Tak Bantu Iran? Vladimir Putin Ungkap Alasannya
Fakta bahwa garis-garis ini masih berfungsi menunjukkan bahwa tidak ada pihak yang tertarik pada konflik. "Jika seseorang menginginkannya – dan itu bukan kami – maka kami siap," tambah Presiden Putin.
Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah, Laksamana Oleg Gurinov mengatakan, militer Rusia telah melaporkan total 23 insiden berbahaya yang melibatkan pesawat Rusia dan koalisi pimpinan AS sejak awal 2023. Sebagian besar insiden terjadi pada bulan Juli.
Dalam 11 kasus, pilot Rusia tercatat menjadi sasaran sistem penargetan pesawat Barat. Tindakan semacam itu di pihak koalisi pimpinan AS menyebabkan keterlibatan otomatis sistem pertahanan di dalam pesawat, yang membuat pesawat Rusia melepaskan suar umpan, kata laksamana kepada wartawan.
Moskow juga berulang kali memperingatkan Washington dan sekutunya tentang risiko potensi konflik langsung antara Rusia dan NATO, khususnya di tengah konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.
Pasokan senjata Barat yang berkelanjutan ke Kiev, kata sambungnya, hanya memperpanjang permusuhan dan membuat pendukung Baratnya terlibat dalam konflik lebih dalam lagi.