KPK Dalami Skenario Perintangan Penyidikan Lukas Enembe

Jum'at, 28/07/2023 10:43 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami skenario perintangan penyidikan kasus dugaan korupsi Gubernur nonaktif Papua, Lukas Enembe.

Skenario itu diduga dilakukan oleh pengacara Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening. Hal itu didalami dengan memeriksa advokat, yakni Petrus Balla Pattyona pada Kamis (27/7).

"Saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya penyusunan skenario perintangan yang dilakukan tersangka SRR (Stefanus Roy Rening) saat berada dirumah kediaman Lukas Enembe di Papua," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan Stefanus Roy Rening sebagai tersangka obstruction of justice atau merintangi penyidikan Lukas Enembe.

Roy Rening diduga menggunakan cara-cara yang melanggar hukum dalam membantu proses hukum Lukas Enembe. Di mana, Roy diduga dengan sengaja membuat skenario untuk menghambat proses penyidikan Lukas Enembe.

Di antaranya, menyarankan para saksi di kasus Lukas untuk tidak hadir memenuhi panggilan KPK. Roy Rening juga diduga memerintahkan salah satu saksi agar membuat testimoni dan pernyataan yang berisi cerita tidak benar alias bohong terkait kronologis peristiwa dalam perkara Lukas Enembe.

Hal itu dilakukan untuk menggalang opini publik sehingga sangkaan yang ditujukan oleh KPK terhadap Lukas dan pihak lain yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dinarasikan sebagai kekeliruan.

Dia juga menyarankan dan mempengaruhi para saksi agar tidak menyerahkan uang sebagai pengembalian atas dugaan hasil korupsi yang sedang diselesaikan KPK. Para saksi tersebut kemudian menuruti perintah Roy Rening.

Atas tindakan Stefanus Roy Rening itu, proses penyidikan perkara yang dilakukan tim penyidik KPK secara langsung maupun tidak langsung terhadap Lukas Enembe menjadi terhambat.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya