Senin, 24/07/2023 02:01 WIB
Ottawa, Jurnas.com - Hujan berat yang melanda Provinsi Nova Scotia, Kanada, menyebabkan kerusakan parah. Empat orang dinyatakan hilang dalam bencana terberat dalam 50 tahun terakhir tersebut.
Badai yang berawal sejak Jumat lalu menyebabkan genangan setinggi 25 cm di beberapa daerah hanya dalam waktu 24 jam. Volume air terus naik, hingga mengakibatkan jalanan lumpuh, jembatan rusak, dan menggenangi bangunan.
"Kami mengalami situasi yang menakutkan dan signifikan," kata Perdana Menteri Nova Scotia Tim Houston, dikutip dari Reuters pada Minggu (23/7).
"Kerusakan properti pada rumah-rumah sangat tidak terbayangkan," imbuh dia. Housten mengatakan kini pihaknya sedang mencari dukungan signifikan dari pemerintah federal.
Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 633 Orang, Hampir 3.000 Masih Hilang
Korban Banjir Bandang Nepal Tembus 623 Orang, Lebih dari 1.100 Masih Hilang
121 Turis Asing Berhasil Diselamatkan dari Banjir Bandang Nepal
Sementara itu, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau kepada awak media di Toronto menyampaikan rasa prihatinnya atas bencana tersebut. Dia berjanji pemerintah pusat akan hadir untuk provinsi berjuluk `Skotlandia Baru` itu.
Diketahui, pada Sabtu pagi pemerintah Nova Scotia utara telah memerintahkan penduduk supaya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, bendungan dekat Sungai St.Croix bisa jebol sewaktu-waktu.
Keyword : Nova Scotia Banjir Bencana Alam Kanada