Jembatan Krimea Diserang, Vladimir Putin Siapkan Serangan Balasan

Selasa, 18/07/2023 06:39 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Vladimir Putin mengatakan, Kementerian Pertahanan Rusia sedang mempersiapkan proposal untuk menanggapi serangan yang merusak jembatan jalan yang menghubungkan Krimea ke Rusia selatan, yang dia salahkan Ukraina.

Di akhir pertemuan video yang disiarkan televisi dengan pejabat nasional dan regional untuk menilai konsekuensi dari serangan tersebut, Putin menyebut serangan itu sebagai tindakan yang kejam dan tidak masuk akal.

"Jembatan itu sudah lama tidak digunakan untuk transportasi militer," ujar Putin.

Pihak berwenang Rusia mengatakan, pasangan yang mengemudi di atas jembatan untuk pergi berlibur di Krimea telah tewas dalam ledakan jembatan tersebut. Sementara putri mereka yang berusia 14 tahun terluka.

Kyiv tidak secara resmi mengklaim bertanggung jawab, tetapi media Ukraina mengatakan dinas keamanan Ukraina telah mengerahkan drone maritim ke jembatan tersebut.

Serangan itu mirip dengan yang terjadi pada bulan Oktober, yang secara implisit diklaim oleh Ukraina, yang membuat jembatan jalan raya dan rel kereta api tidak berfungsi untuk sementara waktu.

Setelah dua insiden seperti itu dalam perangnya dengan Ukraina, Putin menuntut proposal "konkret" untuk memastikan keamanan jembatan tersebut, sebuah proyek prestise yang dia lakukan setelah Rusia merebut dan kemudian secara sepihak mencaplok semenanjung di Laut Hitam dari Ukraina pada tahun 2014.

Ukraina telah berjanji untuk mengambil kembali Krimea, bersama dengan semua wilayah yang telah direbut Rusia sejak meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai operasi militer khusus pada Februari 2022.

Serangan terbaru bertepatan dengan musim liburan musim panas, dan berarti turis Rusia yang ingin berkendara ke atau dari Krimea akan menghadapi kemungkinan antrean panjang untuk feri mobil, atau melintasi wilayah yang direbut oleh Rusia yang telah berjanji akan direbut kembali oleh Ukraina.

Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin mengatakan pada konferensi video bahwa tidak ada kerusakan pada tiang jembatan sepanjang 19 km, tetapi bentang yang membawa lalu lintas satu arah telah hancur total dan harus dibangun kembali.

Dia mengatakan lalu lintas jalan akan dilanjutkan dalam satu arah pada 15 September, dan akan dipulihkan di kedua arah pada 1 November. Jembatan kereta api paralel tidak rusak.

Kyiv mengatakan Rusia tidak punya urusan berlibur di wilayah yang disita, terutama saat Moskow membom Ukraina.

Sumber: Reuters

TERKINI
Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza