Syahrul Yasin Limpo Dorong Pelaku Industri Kedelai Serap Hasil Produksi Petani

Jum'at, 14/07/2023 15:15 WIB

SUKOHARJO, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mendorong para pelaku industri kedelai di Jawa Tengah untuk menyerap hasil produksi petani.

"Kita coba membangun pascapanennya dengan mengajak para offtaker agar bisa mengindustrikan kedelai yang di produksi petani, sehingga kita bisa menekan angka ketergantungan importasi," ujar Mentan Syahrul saat meninjau pabrik kedelai di Dusun Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (14/7).

Mentan Syahrul juga meminta agar kualitas bibit kedelai ditingkatkan agar mampu bersaing dengan kualitas impor. Kedelai lokal tersebut harus lebih produktif dan menarik banyak pengusaha untuk menjadikannya sebagai market yang lebih luas.

"Kualitas bibit kita harus lebih produktif dibandingkan negara lain. Dan jangan lupa kita semua ini makan kedelai kan. Karena itu kedelai harus berkembang baik dengan segala upaya yang kita lakukan dan ini juga menjadi perintah Bapak Presiden," katanya.

Sejauh ini, Kementerian Pertanian (Kementan) juga terus berupaya memberikan jaminan harga agar kedelai lokal tetap menjadi pilihan bagi para pelaku industri dalam membuat beragam macam olahan makanan.

Diketahui Kementan sendiri terus mengembangkan benih unggul seperti varietas grobogan yang mampu menghasilkan 7,5 ton per hektare.

"Memang budidaya itu harus diperhatikan dan yang paling sulit ada jaminan harga dari pemerintah. Karena itu, harus kita tekan impornya dan tingkatkan produksinya," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, peningkatan produksi kedelai sejauh ini terus dilakukan dengan berbagai terobosan baik dari sisi perbenihan, budidaya, hilirisasi oftaker hingga jangkauan pasar.

"Kita sudah mempunyai target pada tahun 2023 sebanyak 250.000 hektar kedelai yang didukung dengan industri perbenihan," katanya.

Suwandi menambahkan, upaya lainya adalah membangun pabrik baru benih kedelai di Sukoharjo berkapasitas 20 ton perhari dan bisa memasok benih di wilayah sentra kedelai Jawa Tengah.

Pabrik tersebut nantinya akan bermitra dengan petani penangkar kedelai di sekitar Sukoharjo dengan harga yang lebih bagus dibandingkan kedelai konsumsi. "Ke depan kita terus meningkatkan kapasitas dan produksinya sehingga semakin meluas," imbuhnya.

TERKINI
Gus Ipul: Kemensos Dorong Penerima Manfaat Aktif jadi Anggota KDMP Wamenag: Jangan Buru-buru Kaitkan Ledakan Bom di Sekolah dengan Radikalisme Kenaikan Suhu Panas Global Diprediksi Picu Lonjakan Bunuh Diri pada 2050 Kemenhub Wisuda 361 Perwira STIP Indonesia