Kamis, 13/07/2023 21:25 WIB
London, Jurnas.com - Komite Intelijen dan Keamanan (ISC) mengungkapkan bahwa pemerintah Inggris menjadi target spionase dan campur tangan intelijen China secara terus menerus.
Komite yang bertanggung jawab secara hukum untuk mengawasi Komunitas Intelijen Inggris itu menduga aksi Beijing karena kedekatan Inggris dengan Amerika Serikat (AS), serta sejumlah badan-badan internasional.
"Ini adalah ambisi global China untuk menjadi negara adidaya teknologi dan ekonomi, di mana negara-negara lain bergantung, yang merupakan risiko terbesar bagi Inggris," kata lembaga itu dikutip dari AFP pada Kamis (13/7).
"Aparatur intelijen negara China menargetkan Inggris dan kepentingannya secara produktif dan agresif," imbuhnya.
Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United
Kalah dari Leeds, Carrick: MU Tidak Kehilangan Kepercayaan Diri
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
Dalam laporannya, ISC menyebut target China di Inggris meliputi akademisi, industri dan teknologi, serta terkait dengan energi nuklir sipil.
"China berusaha untuk mempengaruhi elit dan pembuat keputusan dan untuk memperoleh informasi dan Kekayaan Intelektual menggunakan metode rahasia dan terbuka," terangnya.
ISC menambahkan bahwa sebagian besar dampak China terhadap keamanan nasional Inggris telah terlihat, dengan memanfaatkan kekuatan ekonominya, dengan pengambilalihan dan merger, dan melalui interaksinya dengan akademisi.
"Ukuran, ambisi, dan kemampuan China memungkinkannya untuk berhasil menembus setiap sektor ekonomi Inggris," jelas laporan itu.