Christina Aryani: Waspada Hoax Politik Marak Jelang Pemilu 2024

Jum'at, 30/06/2023 16:41 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Christina Aryani mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai maraknya hoax terkait politik jelang Pemilu 2024. Hoax di bidang politik menurut Christina bukan saja mencoreng pesta demokrasi tetapi sangat berbahaya karena dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Kita cermati hoax mulai muncul jelang Pemilu dan bisa dipastikan akan lebih marak mendekati atau saat Pemilu nanti. Masyarakat diingatkan agar waspada tidak termakan hoax atau justru jadi bagian yang menyebarluaskan hoax. Karena sangat berbahaya dan dapat mengganggu kesatuan bangsa," ungkap Christina saat memberikan materi sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada warga Jakarta Selatan, Jumat (30/6).

Menurut Christina hoax politik sangat berbahaya karena merupakan alat provokasi dengan tujuan menjatuhkan lawan politik. Bukan hanya itu hoax sangat merusak karena bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat; apalagi menyangkut persoalan-persoalan sensitif  seperti suku, agama dan ras atau pun persoalan-persoalan hukum.

"Hoax sendiri merupakan berita bohong, fitnah, tanpa kebenaran fakta yang dibuat atas niat jahat untuk menjatuhkan lawan politik. Ini harus kita waspadai bersama, kita perangi bersama," tegasnya.

Christina berpesan agar masyarakat jangan menganggap enteng hoax karena juga punya konsekuensi hukum berdasarkan Undang- Undang ITE dengan ancaman pidana 6 tahun penjara. "Kita sudah banyak  pengalaman bagaimana hoax jadi pidana. Kita belajar dari hal tersebut. Penting sekali bagi masyarakat untuk melakukan verifikasi atas berbagai informasi, cek dan ricek. Kalau sumbernya medsos maka perlu konfirmasi melalui sumber media arus utama. Kita harus terbiasa seperti itu," tukasnya.

Wakil Rakyat Dapil DKI Jakarta II ini mendorong agar Pemilu 2024 mendatang bisa berlangsung secara demokratis dan bermartabat tanpa hoax dan ujaran kebencian.

"Tentu selain masyarakat, kita ingatkan juga elit politik atau para pelaku politik, untuk tidak menggunakan cara-cara kotor melalui produksi dan penyebaran hoax. Kita tunjukan praktek demokrasi yang sehat, bermartabat dan demokratis. Jangan kita ciderau fondasi berbangsa dan bernegara yang kita miliki," pungkasnya.

TERKINI
Studi Ungkap Batas Suhu Padi, Indonesia Hadapi Ancaman Penurunan Produksi Konsumsi Makanan Ultraproses Bisa Merusak Kualitas Otot Secara Perlahan 8 Camilan Lezat Bernutrisi untuk Menaikkan Berat Badan Ideal 8 Bukti Nyata Kebenaran Hadis Nabi SAW tentang Fenomena Akhir Zaman