Penerimaan Mahasiswa Jalur "Warisan" Harvard Dianggap Rasis

Selasa, 04/07/2023 14:35 WIB

New York, Jurnas.com - Sekelompok masyarakat sipil mengajukan protes terhadap Harvard University pada Senin (3/7) kemarin, terkait kebijakan penerimaan mahasiswa baru.

Dikatakan, penerimaan mahasiswa melalui jalur alumni atau keluarga yang pernah menempuh studi di perguruan tinggi tersebut, serta jebolan sekolah sarjana Harvard College sangat menguntungkan calon mahasiswa kulit putih.

Protes diajukan kepada Departemen Pendidikan Amerika Serikat (AS). Dalam tuntutannya, preferensi Harvard disebut melanggar undang-undang federal yang melarang diskriminasi ras untuk lembaga yang menerima anggaran negara.

Ivan Espinoza-Madrigal, Direktur Eksekutif Pengacara untuk Hak Sipil yang mewakili kelompok itu mengatakan, Mahkamah Agung menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang merugikan kelompok ras adalah melanggar hukum.

"Nama belakang keluarga Anda dan ukuran rekening bank Anda bukanlah ukuran prestasi, dan seharusnya tidak ada hubungannya dengan proses penerimaan perguruan tinggi," kata Ivan dikutip dari Reuters pada Selasa (4/7).

Menurut pengaduan, hampir 70 persen pelamar Harvard yang memiliki ikatan keluarga dengan donor atau alumni berkulit putih, enam kali lebih mungkin untuk diterima daripada pelamar lainnya.

Sekitar 28 persen mahasiswa Harvard tahun 2019 adalah warisan. Dengan demikian, hanya sedikit slot penerimaan yang tersedia untuk pelamar non-kulit putih.

Kelompok itu juga meminta Departemen Pendidikan AS untuk menyelidiki praktik penerimaan mahasiswa baru di Harvard, dan memerintahkan kampus elit itu untuk menghapus jalur warisan jika ingin terus menerima dana federal.

TERKINI
Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen Rekomendasi Warna Rumah yang Cocok untuk Daerah Panas