Senin, 03/07/2023 05:20 WIB
Kairo, Jurnas.com - Hannibal Khadafi, putra mendiang pemimpin Libya, Muammad Khadafi untuk sementara dipindahkan dari penjara Lebanon ke rumah sakit, karena mengalami kondisi kritis.
Laporan ini disampaikan TV Al-Hadath yang berbasis di Dubai, sebagaimana laporan Reuters pada Senin (3/7) dini hari.
Menurut laporan itu, Khadafi melakukan mogok makan sejak bulan lalu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas penahanannya tanpa pengadilan sejak 2015 lalu.
"Dia mengalami penurunan kadar gula darah secara tajam," kata sumber anonim yang dikutip Al-Hadath.
TNI Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia
Mantan Presiden Prancis Dibebaskan sambil Menunggu Banding
Mantan Presiden Prancis Mulai Jalani Hukuman Lima Tahun Penjara
Diketahui, Khadafi dijatuhi hukuman kurungan di Lebanon karena dinilai menyembunyikan informasi tentang Imam Musa al-Sadr, ulama Muslim Syiah Lebanon yang menghilangkan dalam perjalanan ke Libya pada 1978 silam.
Sedangkan ayahnya bernasib nahas, ditangkap dalam keadaan tewas setelah melakukan pelarian selama berbulan-bulan. Hidup Muammar Khadafi berakhir usai diserang pasukan revolusioner di Sirte, tempat kelahirannya.
Dewan Transisi Nasional Libya yang mengambil alih pemerintah, menjadikan Khadafi sebagai buronan. Pasca tewas dalam sebuah baku tembak, dewan memberitahukan kematian Khadafi kepada Mahkamah Pidana Internasional, untuk menguburkan Khadafi di negara tersebut.
Keyword : Hannibal Khadafi Libya Mogok Makan