Selasa, 27/06/2023 13:28 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menjadi sorotan usai dilaporkan ke Polresta Bukittinggi terkait dugaan penyebaran hoax kasus inses atau persetubuhan sedarah.
Pelapor atas nama EY diduga merupakan ibu kandung yang melakukan hubungan sedarah dengan anaknya tersebut. Dalam perkembangannya, Erman yang menjelaskan pada publik terkait dugaan inses itu malah dilaporkan EY ke polisi karena disebut menyebar hoax.
Kasus ini lantas mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Politikus NasDem ini meminta atensi Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) untuk menuntaskan kasus tersebut.
Selain itu, Sahroni juga meminta polisi untuk fokus pada dua hal, yakni pengusutan dugaan inses, dan penanganan atas laporan hoax yang melibatkan walikota.
Komisi III DPR Tinjau Implementasi KUHP dan KUHAP di Bali
Komisi III Soroti Batasan Penyitaan dalam RUU Perampasan Aset
Sahroni Dukung Polisi Selidiki Kasus Kekerasan Seksual di Pamekasan
“Saya meminta Kapolda Sumbar memberi atensi khusus terhadap kasus ini. Tolong diusut secara cepat, dan fokus saja pada dua hal: Pertama, benar atau tidak terjadi inses? Dan yang kedua adalah terkait laporan hoaksnya itu sendiri” ujar Sahroni, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (27/6).
Sahroni menegaskan bahwa keduanya penting dilakukan, mengingat ada norma, sekaligus nama baik masyarakat yang harus dijaga. Ia juga khawatir jika dibiarkan, dugaan tindakan melanggar hukum ini dapat menciderai norma yang berlaku di masyarakat.
“Saya pribadi sih yakin Pak Walikota berbicara ada datanya. Apalagi beliau adalah kepala daerah di wilayahnya sendiri. Di sisi lain, berita inses ini sangat menjijikan, jadi ini tentu harus diusut betul. Jika benar, tolong dijerat dengan aturan yang seharusnya dan pelakunya diberi pendampingan psikologis karena ini merupakan penyimpangan seksual yang tak bisa diterima akal sehat,” demikian Sahroni.