Jum'at, 23/06/2023 06:50 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Lembaga Saudi Red Crescent (SRCA) mengatakan, lebih dari 2.300 pria dan wanita secara sukarela siap memberikan bantuan darurat kepada para peziarah yang sedang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
SRCA juga mencatat, lebih dari 2.200 praktisi kesehatan yang siap melayani para peziarah jika terjadi keadaan darurat dan lebih dari 240 ambulans darat dan udara juga akan bersiaga.
Lebih dari 700 relawan akan bekerja di sekitar Masjid Nabawi di Madinah jika terjadi keadaan darurat. Para relawan juga akan bekerja sepanjang waktu di area puncak Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi.
Tahun ini, rencana operasional haji merupakan yang terbesar karena jumlah jemaah yang diharapkan mengikuti manasik Islam akan mencapai tingkat pra-pandemi.
Arab Saudi dan Negara Islam lain Gunakan Air Galon Kemasan Polikarbonat
Alhamdulillah, Masjid Nabawi Akhirnya Dibuka untuk Umum
Kabarnya, Masjid Nabawi Dibuka pada Akhir Mei 2020
Sekitar 2,6 juta orang biasa mengikuti haji setiap tahun sebelum COVID-19 memaksa Arab Saudi untuk memberlakukan pembatasan.
Pada tahun ini, sekitar 14 ribu staf dan lebih dari 8 ribu relawan dikerahkan ke titik-titik yang menjadi ritual pelaksanaan ibadah haji pada pekan depan. Mereka bertugas menunjukkan arah jalan dan memberikan bantuan pada para jamaah yang membutuhkan.
Haji, ziarah tahunan ke kota suci Mekkah di Arab Saudi, akan dimulai pada 26 Juni.
"Rencana operasional pada tahun ini adalah yang terbesar dalam sejarah setelah pandemi Covid-19 berakhir dan quota haji kembali normal sesuai dengan sistem layanan terpadu yang disiapkan oleh pimpinan," kata Presiden bidang urusan Dua Masjid Suci, Abdulrahman al-Sudais.
Dua masjid suci di Arab Saudi adalah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sumber: Al Arabiya