Kamis, 22/06/2023 17:57 WIB
Kiev, Jurnas.com - Rudal Ukraina menghantam jembatan Chonhar yang menghubungkan Krimea dengan wilayah Kherson Selatan pada Rabu (21/6) malam. Serangan ini memaksa lalu lintas dialihkan ke rute lain.
Jembatan Chonhar atau yang sering disebut `Gerbang Krimea` merupakan satu dari sekian banyak penghubung antara Krimea yang dianeksasi Moskow pada 2014, dengan daratan Ukraina.
Jembatan itu selama setahun terakhir juga digunakan oleh militer Rusia untuk bergerak di Krimea, dan sejumlah kawasan lain Ukraina yang berada di bawah kendali Moskow.
"Dampak psikologis terhadap penjajah dan penguasa pendudukan bahkan lebih penting. Tidak ada tempat di wilayah wilayah Kherson di mana mereka bisa merasa aman," kata pejabat Ukraina, Yuriy Sobolevsky dikutip dari Reuters pada Kamis (22/6).
Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut
Ukraina Dituding Sebagai Akar Masalah Ketegangan Rusia dengan Eropa
Iran Janjikan Hak Istimewa China dan Rusia di Selat Hormuz
Sementara itu, penyelidik Rusia mengatakan empat rudal telah ditembakkan oleh pasukan Ukraina di jembatan itu, menurut laporan kantor berita RIA.
Salah seorang juru bicara penyelidik militer mengungkapkan dari tanda-tanda yang ditemukan pada sisa-sisa salah satu rudal, menunjukkan bahwa senjata itu dibuat di Prancis.
"Teroris Kyiv ingin mengintimidasi penduduk Kherson dan menyebarkan kepanikan di antara penduduk, tetapi mereka tidak akan berhasil. Kami tahu bagaimana memperbaiki jembatan dengan cepat, jalur kendaraan akan segera diperbaiki," tegas Gubernur Kherson, Vladimir Saldo.
Keyword : Ukraina Rusia Jembatan Chonhar Krimea