Rabu, 21/06/2023 19:57 WIB
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut intensitas serangan pasukannya terhadap militer Rusia lebih lambat dari yang direncanakan. Namun, Kyiv tidak akan melakukan percepatan guna menghindari ladang ranjau berbahaya.
"Beberapa orang percaya ini adalah film Hollywood dan mengharapkan hasilnya sekarang. Bukan. Yang dipertaruhkan adalah nyawa orang," kata Zelensky dikutip dari Reuters pada Rabu (21/6).
Ukraina mengatakan serangan balasan pertamanya yang telah lama ditunggu-tunggu selama tujuh bulan, berhasil merebut kembali delapan desa yang dikuasai Rusia sebelumnya.
Namun, militer Ukraina sejauh ini belum mencapai garis pertahanan utama yang disiapkan Rusia selama berbulan-bulan. Kyiv telah menyisihkan masing-masing 12 brigade dari ribuan pasukan untuk penyerangan tersebut, yang sebagian besar belum bergabung dalam pertempuran.
Biaya Perang AS Lawan Iran Dilaporkan Lampaui Rp1,7 Kuadriliun
Kerugian Perang Lebanon Capai 25 Miliar Dolar AS
Negosiasi Mandek, Iran Tegaskan Ogah Tunduk pada Tuntutan Menyerah AS
Zelensky yang mengatakan bahwa dorongan militer tidak akan mudah, karena 200.000 km persegi wilayah Ukraina telah ditambang oleh pasukan Rusia.
"Apapun yang diinginkan beberapa orang, termasuk upaya untuk menekan kami, dengan segala hormat, kami akan maju di medan perang dengan cara yang kami anggap terbaik," tegas Zelensky.
Setelah banyak keuntungan awal, Kyiv hanya merebut satu desa tambahan selama seminggu terakhir, yakni Pyatikhatky. Pasukan di selatan sebagian besar mengkonsolidasikan perolehan sebelumnya, sementara pasukan di timur menahan serangan Rusia.
Keyword : Volodymyr Zelensky Ukraina Perang Rusia