Selasa, 20/06/2023 13:42 WIB
Guayaquil, Jurnas.com - Enam orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam insiden baku tembak antargeng di Guayaquil, kota pelabuhan di Ekuador, pada Senin (19/6) malam.
Dikutip dari AFP pada Selasa (20/6), Kolonel Polisi Marcelo Castillo mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan aksi balas dendam antargeng narkoba yang selama ini bersaing.
"Ini murni pembalasan atas tindakan kekerasan sebelumnya. Mereka saling membunuh tanpa ampun," kata Castillo.
Di antara korban tewas, lanjut Castillo, satu di antaranya memiliki catatan asosiasi kriminal. Adapun satu korban luka diketahui terlibat dalam perdagangan narkoba di Ekukador.
Sabu 15 Gram yang Diselundupkan Diarea Vagina Berhasil Digagalkan
Positif Narkoba, Masinis Tabrakan Maut di Bangkok Jadi Tersangka
Diburu ICC, Kepala Polisi Era Duterte Bersembunyi di Gedung Senat
"Sekitar 132 selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian," imbuh dia.
Diketahui, lebih dari 420 tahanan tewas dalam pertempuran sengit antara kelompok kriminal yang bersaing di penjara Ekuador sejak Februari 2021, sebagian besar dipenggal atau dibakar hidup-hidup.
Korupsi yang merajalela di kalangan sipir memungkinkan narapidana mendapatkan senjata dan bahan peledak. Selain itu, juga ditemukan sejumlah ledakan bom mobil di kota-kota Ekuador, dan mayat yang tergantung di jembatan penyeberangan.
Negara ini juga diperparah oleh penculikan sadis. Penjahat mengirimkan jari sandera kepada orang yang mereka cintai untuk menekan mereka membayar lebih banyak uang tebusan.
Keyword : Perang Gangster Ekuador Narkoba Geng Kriminal