Rabu, 14/06/2023 19:06 WIB
Jenewa, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi menyatakan bahwa Indonesia dalam menerapkan dialog sosial yang produktif selalu mengedepankan asas kekeluargaan dengan menghormati kepentingan dan aspirasi masing-masing kelompok.
Sekjen Anwar menyampaikan hal tersebut pada forum sharing session terkait dialog sosial dengan menteri-menteri dari negara Barbados, Belanda, Kenya, dan Namibia di Jenewa, Rabu (14/6/2023).
"Ini kami lakukan tidak hanya dalam dialog sosial Tripartit, tetapi juga dialog sosial lainnya di mana kita membuka ruang diskusi dan serap aspirasi kepada seluruh lapisan kelompok masyarakat termasuk akademisi, asosiasi lainnya, dan pemerhati lainnya yang terkait," kata Sekjen Anwar.
Ia mencontohkan bahwa Indonesia telah merumuskan kebijakan yang berpusat kepada manusia dan inklusif bagi semua dengan menerapkan prinsip memastikan "tidak ada kelompok yang tertinggal" dan kebijakan serta program terkait peningkatan pasar kerja.
Kemnaker Perluas Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2, Target 30 Ribu Peserta
Pendaftaran Pelatihan Vokasi 2026 Tahap 2 Dibuka, Ini Cara Daftarnya
Menaker Jembatani Alumni Magang untuk Masuk Dunia Kerja
"Kami membuka akses kepada semua kelompok lapisan masyarakat, termasuk kelompok wanita, kelompok pemuda, kelompok disabilitas, dan kelompok rentan lainnya, sehingga mereka mendapatkan akses dan terintegrasi dengan pasar kerja," ucapnya.
Begitu juga dalam hal peningkatan SDM di mana Indonesia membuka seluas-luasnya akses terhadap angkatan kerja yang membutuhkan suatu keterampilan dalam menghadapi dan memasuki dunia kerja. Hal ini telah diakukan baik di Balai Latihan Kerja milik pemerintah pusat maupun daerah.
"Kita tidak membatasi umur terhadap orang-orang yang membutuhkan keterampilan, sehingga mereka memiliki bekal yang cukup guna mendapatkan pekerjaan atau wirausaha," ucapnya.