Menkumham Buru Aset Robert Tantular ke Inggris

Senin, 13/02/2017 20:44 WIB

Jakarta - Menteri Yasonna Laoly mengaku mangkir dua kali dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memburu aset Robert Tantular yang berada di Inggris.

Menurutnya, pemerintah meminta bantuan jaksa agung Inggris untuk menelisik harta milik Robert Tantular yang berada di London. Yasonna langsung menemui jaksa agung Inggris untuk menjalin kerja sama.

"Sebelumnya saya ke London dan ke Jersey, itu memburu asetnya Robert Tantular, saya bertemu dengan Chief Minister, jaksa agungnya, bertemu dengan senatnya. Kami minta kerjasama mutual legal assistance untuk mem freeze harta Robert Tantular yang kami telisik ada di sana," kata Yasonna, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/2).

Sedangkan panggilan KPK yang kedua, kata Yasonna, dirinya sedang berada di Hongkong dalam rangka membahas kasus hukum skandal Bank Century.

"Century ini kan sudah delapan tahun, karena ada award OKI melalui arbitrase OKI yang mengatakan bahwa hukum itu kan tidak fair karena in absentia. Kemarin kita sampaikan di Hongkong itu sudah memenuhi standar hukum internasional," terangnya.

"Kita sampaikan menteri kehakiman Hongkong, saya bertemu beliau. Beliau katakan oke kita terima, dan kita juga harus membuat bank guarantee untuk memproses itu. Kita katakan kita jamin bank guarantee satu juta dollar," tegasnya.

TERKINI
Menikah di Bulan Zulkaidah? Ini Pandangan Islam hingga Klarifikasi Mitosnya Israel Diduga Membangun Pos Militer Rahasia di Irak untuk Lawan Iran Cegah Kekerasan di Kampus, Mendiktisaintek Minta Penguatan Satgas PPKPT Ini Isi Proposal AS untuk Mengakhiri Perang dengan Iran