Sabtu, 06/05/2023 06:02 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah tengah berupaya untuk mengevakuasi 20 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat mengunjungi pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023). Dalam kunjungan ini Kepala Negara didampingi Penjabat Gubernur Heru Budi Hartono.
"Kementerian Luar Negeri sedang berkomunikasi dengan Myanmar agar (melindungi dan menyelamatkan) WNI kita yang ada di sana," ujar Jokowi dalam keterangannya.
Menurut Jokowi, para WNI tersebut telah tertipu dan dibawa ke tempat yang tidak diinginkan. "Ini kan penipuan (WNI) dibawa ke tempat yang tidak diinginkan oleh mereka," ucapnya.
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi
JK Laporkan Rismon Terkait Tudingan Ijazah Jokowi
Jenderal Kejam Diprediksi Bakal Jabat Panglima Militer Myanmar
Lebih lanjut Presiden menjelaskan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus mengupayakan berbagai langkah untuk memastikan agar para WNI itu bisa segera kembali ke Tanah Air.
"Kementerian Luar Negeri, Bu Menlu, sedang berusaha untuk melakukan evakuasi. Jadi kita sedang berusaha untuk membawa, mengevakuasi mereka keluar dari Myanmar," tukasnya.
Keyword : Jokowi Perdagangan Orang Myanmar