Selasa, 02/05/2023 07:16 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Morgan Stanley berencana untuk memangkas sekitar 3.000 pekerjaan pada kuartal kedua. Jika terjadi, ini akan menjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) kedua dalam enam bulan yang dilakukan perusahaan tersebut.
Seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan yang lambat dan lingkungan ekonomi yang sulit mendorong perusahaan bank investasi dan jasa keuangan multinasional itu memeprtimbangkan kembali jumlah karyawannya.
Langkah terbaru mengikuti kuartal sebelumnya di mana biaya dari unit perbankan investasi turun, menyeret total pendapatan turun hampir 2 persen menjadi US$14,5 miliar.
AS Cabut Lisensi Perizinan Penjualan Minyak Iran
Pochettino Buka Suara Usai AS Tersingkir di Piala Dunia
TikTok-Tokopedia Luruskan Isu PHK, Sebut Sedang Jalankan Penataan Internal
Bulan lalu, Kepala Keuangan Morgan Stanley Sharon Yeshaya mengatakan bahwa pengelolaan biaya adalah prioritas mengingat ketidakpastian pasar yang lebih luas dan inflasi yang meningkat.
Adapun Bank investasi Wall Street telah menderita dari penurunan dalam kesepakatan karena investor menjadi lebih berhati-hati tentang pasar yang bergejolak dan suku bunga yang naik dengan cepat.
Penawaran umum perdana juga terhenti karena startup menunda debut pasar sampai sentimen investor membaik. Menurut data dari Dealogic, volume merger dan akuisisi hampir setengahnya pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya.
Pada Desember lalu, CEO Morgan, Stanley James Gorman telah mengatakan bahwa bank akan melakukan pemutusan hubungan kerja "sederhana" di seluruh dunia tanpa memberikan angka pasti.
Bank memiliki lebih dari 82.000 karyawan pada akhir Maret dan PHK akan mempengaruhi hampir 4 persen stafnya. Kabar PKH terbaru sendiri pertama kali dilaporkan Bloomberg News.
Sumber: Reuters