Sabtu, 29/04/2023 05:03 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan TNI-Polri akan melakukan tindakan lebih tegas kepada kelompok separatis teroris (KST) di Papua.
"Terkait dengan kedaulatan, saya ingin mengingatkan pada kelompok separatis (yang) telah melakukan pelanggaran HAM pada masyarakat sipil, perempuan, kepada anak-anak, bentuknya pembunuhan dan pemerkosaan," ungkap Moeldoko dalam rekaman videonya dikutip pada Jumat (28/4/2023).
"Untuk itu saya mengingatkan TNI-Polri akan mengambil langkah-langkah yang lebih tegas demi apa, demi melindungi masyarakat, demi melindungi bangsa dan negara," sambungnya.
Mantan Panglima TNI itu menyebut jaringan separatis Papua kerap melakukan tindak kekerasan agar muncul rasa takut di masyarakat. Menurut dia, teror itu dilakukan agar masyarakat selalu berada di dalam pengaruh kelompok separatis.
Rieke Desak Pemerintah Percepat Satu Data Korban Pelanggaran HAM Berat
PDIP Usul Negara Jamin BPJS Kesehatan Korban Pelanggaran HAM Masa Lalu
DPR: Gaji Guru Honorer 500 Ribu Per Bulan Bentuk Pelanggaran HAM
"Sekali lagi saya ingin tegaskan bahwa dengan adanya pembangunan Papua yang semakin baik dari waktu ke waktu, maka muncul rasa kekhawatiran itu dari pihak separatis. Karena apa, karena mereka akan kehilangan pengaruh," tuturnya.
Menurut Moeldoko, kelompok separatis berupaya agar pembangunan di Papua tidak dilanjutkan. Namun, pemerintah mempunyai komitmen kuat untuk membangun Papua lebih sejahtera.
"Tetapi jangan salah Presiden telah menegaskan apapun situasinya pembangunan Papua akan tetap berlanjut. Untuk itu sekali lagi saya ingatkan, TNI/Polri akan mengambil langkah yang lebih tegas," tutupnya.
Keyword : Separatis Teroris Moeldoko Pelanggaran HAM