KAI Wajibkan Petugas Cek Kesehatan Sebelum Keberangkatan

Rabu, 26/04/2023 03:20 WIB

Jakarta, Jurnas.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewajibkan seluruh petugas untuk cek kesehatan sebelum keberangkatan.

Menurut Asisten Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI Tohari, hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan penumpang.

"Seluruh petugas yang akan berangkat harus menjalani proses cek kesehatan, kalau pas masinis atau kondekturnya lagi sakit, ya nggak boleh dinas, yang penting tidak berpotensi untuk mengganggu operasional," kata dia kepada wartawan, Selasa (25/4).

Sejumlah pengecekan kesehatan yang dilakukan diantaranya cek tekanan darah. Petugas pos kesehatan PT KAI juga akan menanyakan langsung kepada petugas apakah ada keluhan sakit.

Pengecekan dilakukan kepada seluruh petugas di dalam kereta api mulai dari masinis, kondektur, hingga Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

"Jadi biasanya kita cek tekanan darah (tensi), terus ditanya ada keluhan nggak, kalau sakit ya tidak boleh berangkat, digantikan dengan petugas yang lain," tutur Tohari.

Dia menegaskan, peran penjaga keamanan dan ketertiban di dalam kereta juga sangat penting, sehingga kondisi saat bertugas harus sehat demi kelancaran pelayanan kepada seluruh penumpang.

Sebelumnya Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan pihaknya  juga telah bekerja sama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan 45 provider rumah sakit guna percepatan penanganan kondisi darurat.

Dari sisi keamanan dan keselamatan, KAI Daop 1 Jakarta juga bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk pengamanan seluruh objek vital pada masa angkutan Lebaran.

Sejumlah petugas Customer Service Mobile (CSM) juga disiapkan untuk melayani informasi dan mengatur alur calon penumpang yang baru tiba. Petugas tambahan untuk pengatur kendaraan juga disiapkan pada sejumlah titik parkir stasiun.

 

TERKINI
Ini Ibadah Sunnah di Bulan Zulkaidah, Yuk Amalkan 4 Orang Tewas dalam Bencana Banjir dan Longsor di Negara Bagian Brasil AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Imbas Kritikan Friedrich Marz Hardiknas 2026, Mendikdasmen: Pendidikan untuk Membentuk Karakter Bangsa