AS Umumkan Paket Bantuan Senjata Baru untuk Ukraina Rp 4,8 Triliun

Kamis, 20/04/2023 05:59 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mengumumkan bantuan militer baru sebesar US$325 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun untuk membantu militer Ukraina dalam perangnya melawan Rusia.

Bantuan ini termasuk amunisi tambahan untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), rudal canggih, dan anti -tank ranjau.

Bantuan ini merupakan adalah paket keamanan ke-36 untuk Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari 2022, dan menjadikan total bantuan militer AS untuk pemerintah Kyiv menjadi lebih dari US$35,4 miliar pada waktu itu.

"Paket bantuan keamanan ini mencakup lebih banyak amunisi untuk HIMARS dan peluru artileri yang disediakan AS, serta sistem anti-lapis baja, senjata kecil, kendaraan pendukung logistik, dan dukungan pemeliharaan yang penting untuk memperkuat pertahanan Ukraina di medan perang," jelas Menteri Luar Negeri AS, Antony kata Blinken dalam sebuah pernyataan.

HIMARS adalah peluncur rudal yang dipasang di truk yang dapat menembakkan beberapa peluru kendali secara berurutan. Rudal yang dipasok ke Ukraina memiliki jangkauan hingga 80 km dan pasukan Ukraina telah sukses besar menggunakannya untuk menargetkan posisi Rusia.

"Rusia dapat mengakhiri perangnya hari ini. Sampai Rusia melakukannya, Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami akan tetap bersatu dengan Ukraina selama diperlukan," kata Blinken.

Selain amunisi HIMARS, paket tersebut juga mencakup peluru artileri; rudal yang diluncurkan tabung, dilacak secara optik, dipandu kawat (TOW); ranjau anti-tank; peralatan keamanan pelabuhan dan pelabuhan, dan lebih dari 9 juta butir amunisi senjata kecil.

Paket tersebut akan didanai menggunakan Presidential Drawdown Authority, atau PDA, yang memberi wewenang kepada presiden untuk mentransfer artikel dan layanan dari saham AS tanpa persetujuan kongres selama keadaan darurat.


Sumber: Reuters

TERKINI
Pria Ini Bunuh Istri Lalu Jasadnya Dibakar di Kebun Binatang Jetty Ilegal, Ada Dugaan Penyimpangan Menguat di Kawasan Tahura China Kecam Rencana AS Larang Laboratorium Uji Perangkat Elektronik Spanyol Desak Uni Eropa Tangguhkan Kerja Sama dengan Israel