Senin, 17/04/2023 02:07 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Liga Arab mengadakan pertemuan darurat untuk membahas perkembangan terakhir di Sudan pada Minggu (16/4).
Bentrokan meletus pada Sabtu antara militer Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Hingga kini tercatat 56 orang tewas dan setidaknya 600 orang terluka.
Militer dan RSF telah bersaing untuk mendapatkan kekuasaan saat faksi politik bernegosiasi untuk membentuk pemerintahan transisi setelah kudeta militer tahun 2021.
Perwakilan Mesir menyerukan gencatan senjata segera di Sudan, menggarisbawahi hubungan strategis dan geografis antara kedua negara.
Israel Selidiki Foto Tentara IDF Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
Kapal Perusak AS Tembak dan Sita Kapal Iran di Teluk Oman
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Wakil Perwakilan Tetap Mesir, Obaida el- Dandarawy mengatakan, terlepas dari perbedaan sudut pandang yang mungkin muncul di berbagai tahap, tidak ada keraguan bahwa kepentingan Mesir terkait dengan kepentingan Sudan, dan sebaliknya.
"Mesir memastikan komitmennya untuk mendukung dan (memastikan stabilitas di Sudan dan kesatuan tanahnya dan memastikan pentingnya untuk mencegah campur tangan kekuatan luar dalam urusan Sudan," kata perwakilan itu, menyerukan pihak yang bertikai menemukan titik temu dan menyelesaikan perbedaan.
Keyword : Liga ArabKonflik SudanTimur Tengah