Qatar Sebut Dasar Penangguhan Suriah di Liga Arab Masih Berlaku

Jum'at, 14/04/2023 06:13 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Perdana Menteri Qatar, Syekh Mohammed Bin Abdulrahman Al-thani mengatakan, dasar penangguhan keanggotaan Suriah di Liga Arab tahun 2011 masih berlaku dan menegaskan sikap Doha terhadap normalisasi dengan Suriah kecuali ada solusi politik.

Penyataan Syekh Al-Thani muncul menjelang pertemuan menteri luar negeri regional pada Jumat (14/4) yang disebut negara tetangga Arab Saudi untuk membahas kembalinya Suriah ke Liga Arab.

Arab Saudi berencana mengundang Presiden Suriah, Bashar al-Assad ke KTT Liga Arab yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Riyadh pada 19 Mei, kata sumber kepada Reuters, sebuah langkah yang mencerminkan perubahan dalam pendekatan regional terhadap konflik Suriah.

Qatar, yang sebelumnya berbicara menentang upaya beberapa negara untuk membangun kembali hubungan dengan Damaskus mengatakan tidak mengubah posisinya.

"Ada alasan penangguhan Suriah dari Liga Arab dan boikot rezim Suriah pada waktu itu dan alasan ini masih ada," kata Syekh Al-Than dalam wawancara langsung yang disiarkan di Qatar TV, yang pertama sejak diangkat sebagai perdana menteri bulan lalu.

"Perang telah berhenti tetapi rakyat Suriah masih terlantar, ada orang tak bersalah di penjara, ada banyak hal," sambung dia.

Beberapa negara Arab, termasuk kelas berat regional Mesir dan Uni Emirat Arab, telah memperbaiki hubungan dengan Damaskus, berbeda dengan tahun 2011 ketika banyak negara Barat dan Arab memboikot Assad atas penumpasan brutal terhadap protes, kekerasan yang menyebabkan perang saudara yang berkepanjangan.

Ratusan ribu orang tewas dalam perang itu, yang menarik banyak kekuatan asing dan memecah belah negara.

"Kami tidak ingin memaksakan solusi pada rakyat Suriah, rakyat perlu menjangkau mereka, harus ada solusi politik untuk krisis Suriah," katanya. "Keputusan individu (Qatar) adalah tidak mengambil langkah apa pun jika tidak ada perkembangan politik atau solusi untuk krisis."

Kehadiran Assad pada pertemuan Liga Arab bulan depan, meskipun sebagian besar bersifat simbolis, akan menandai perkembangan paling signifikan dalam rehabilitasinya di dunia Arab sejak penangguhan Suriah dari Liga 22 negara pada 2011.

Sumber: Reuters

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Wamensos: Perpustakaan Sekolah Rakyat Harus Dorong Siswa Gemar Membaca Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas