Jum'at, 07/04/2023 14:04 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Meranti Muhammad Adil dan beberapa pihak lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis (6/4) malam.
KPK menduga, pihak-pihak yang diamankan tersebut terlibat tindak pidana suap terkait pengadaan jasa ibadah umroh.
"Suap pengadaan jasa umroh, itu yang tercapture awal selanjutnya kami kembangkan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dikonfirmasi, Jumat (7/4).
Selain itu, Adil juga diduga terlibat pemotongan uang persediaan (UP) dan ganti uang persediaan (GUP) di Kabupaten Meranti. Adil diduga telah memotong uang tersebut kisaran 5 sampai 10 persen.
KPK Terbitkan Sprinduk Baru, Usut Korupsi Jalur Kereta di Sumsel
KPK Cecar Staf Heri Black Terkait Upaya Hambat Penyidikan Kasus Bea Cukai
Masih di Arab Saudi, Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Panggilan KPK
"Pemotongan uang persediaan dan danti uang persediaan (UP dan GUP ) dipotong 5-10 persen," ungkap Ghufron.
Sekadar informasi, KPK mengamankan Bupati Meranti, puluhan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti, serta pihak swasta dalam OTT ini.
Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti uang dalam operasi senyap itu. KPK masih belum dapat memberikan informasi jumlah uang yang menjadi bukti karena masih dalam proses perhitungan.
Adapau, saat ini seluruh pihak yang terjaring OTT sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka semua diperikirakan tiba di Jakarta pada sore hari.