Kamis, 30/03/2023 17:13 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Putusan FIFA membatalkan Indonesia tuan rumah Piala Dunia U-20 disesalkan, tapi semua pihak harus bisa menahan diri, tidak saling menyalahkan dan mengambil sisi positifnya.
Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa sikap keras dan tegas menolak Israel di Piala Dunia U-20 tak ada kaitannya dengan elektoral partai.
"Sikap PDI Perjuangan tidak terkait dengan politik elektoral. Ini merupakan sikap sesuai konstitusi, sejarah, kemanusiaaan, dan pergaulan antarbangsa," ujar Hasto kepada awak media di Jakarta, Kamis (30/3/2023).
Ia menjelaskan bagaimana PDIP sedang memperlihatkan konsistensi bersikap, dan apa yang dilakukan ini ada benang merah sejarahnya. Partai bersikap terus menerus hadir di tengah masyarakat, konsisten bersikap dan selalu dalam bingkai Konstitusi RI.
Ketua DPR: RUU Pemilu Masih Dibicarakan Ketua-ketua Parpol
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional
Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional
"Contohnya, termasuk saat menolak perpanjangan masa periode presiden. Jadi, perlu ditegaskan sikap PDI Perjuangan dalam menolak Israel tidak ada kaitan bahkan hitung-hitungan dengan elektoral," ungkap Hasto.
Lebih jauh Hasto menyebut sosok Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang baru terpilih, tentunya didukung untuk membangun dan mengembangkan sepak bola nasional yang diharapkan menghasilkan Timnas yang handal.
Namun Hasto memahami pekerjaan itu harus melalui proses panjang. langkah terpenting dan butuh konsistensi adalah menciptakan pendidikan bola sejak dini, diikuti dengan kompetisi berjenjang yang rapi, serta pengembangan akademi sepakbola di tiap klub bola.
Bagi Hasto, naturalisasi pemain harus menjadi opsi kesekian sehingga tidak terkesan mengambil opsi instan.
"PSSI diharapkan membangun sepakbola sebagai sebuah industri yang sehat, aman dan kondusif. Tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran berharga untuk kita," tegasnya.
Hasto juga meminta para pecandu sepak bola tanah air jangan terlalu berlebihan berasumsi bahwa akan adanya sanksi dari FIFA. Sebaliknya, dalam surat FIFA justru dinyatakan akan membantu PSSI terkait transformasi pasca-Kanjuruhan.
Politikus asal Yogyakarta ini juga mengapresiasi sikap yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta para kader PDIP yang berani bersuara menolak Israel.
"Apa yang dilakukan Pak Koster, Pak Ganjar dan kader Partai lainnya berdiri pada moralitas yang kokoh, yang memperlihatkan kepedulian terhadap kemanusiaan sebagaimana dilakukan FIFA terhadap Rusia," ungkap Hasto.
"Olah raga dan politik tidak bisa dipisahkan begitu saja. Kita percaya, pemerintah terus melakukan lobby ke FIFA agar semakin memahami kondisi dan aspirasi yang muncul di Indonesia," lanjutnya.
Karena itulah, Hasto mengajak semua pihak sebaiknya kembali pada tujuan bagaimana meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.
"Kami juga meyakini bahwa PSSI bisa melakukan terobosan dengan mengajak rembuk seluruh stakeholder sepak bola kita," tegas Hasto.