Respon der Spiegel Soal Sampul Trump Penggal Liberty

Senin, 06/02/2017 07:33 WIB

Hamburg - Pemimpin redaksi majalah Der Spiegel pada Minggu (05/02) akhirnya angkat bicara mengenai sampul majalah mingguan Jerman yang sempat jadi perdebatan. Ia mengatakan, karikatur Presiden Amerika (AS), Donald Trump yang memenggal kepala Patung Liberty hanyalah ilustrasi yang menggambarkan masa depan demokrasi.

Pada sampul majalah yang diterbitkan pada Sabtu (04/02), tampak sosok karikatur Trump dengan pisau berlumuran darah di tangan kirinya, sementara pada tangan lainnya tampak kepala patung yang telah terpenggal, dengan lumuran darah. Tampak juga judul majalah tersebut: "America First".

"Der Spiegel tidak ingin memprovokasi siapa pun," kata Pemimpin Redaksi, Klaus Brinkbaeumer, seperti dilansir Reuters.

"Kami ingin menunjukkan masa depan demokrasi, tentang kebebasan, tentang kebebasan pers, kebebasan keadilan dan semua yang terancam punah. Jadi kami membela demokrasi. Apakah ini waktu yang tepat? ya tentu saja," tambahnya.

Tampaknya penerbitan majalah yang telah didirikan pada tahun 1947 itu diikuti sejumlah kecaman yang dialamatkan kepada pemerintah Berlin, oleh Presiden Trump dan para pembantunya. Begitu juga yang terjadi dalam negeri, sejumlah media menyayangkan keputusan tersebut

Alexander Graf Lambsdorff, anggota dari Partai Kebebasan dan Demokratik (FDP) dan wakil presiden Parlemen Eropa, menggambarkan sampul sebagai "kehambaran". Ia tak menunjukkan pesan, namun tak merasakan sesuatu atas gamabr tersebut.

Portal berita Die Welt mengatakan "kerusakan jurnalisme", sementara harian Jerman lain, Frankfurter Allgemeine Zeitung, menyesalkan, "Mengapa harus Trump?. Ilustrasi pada gambar tersebut dapat mencederai pers."[]

TERKINI
Iran Diperkirakan Dapat Rp258 Triliun dari Tarif Selat Hormuz Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa untuk Saling Menguatkan