Genjot Kompetensi STEAM, JIS Latih Guru Ilmu Pemrograman

Kamis, 02/03/2023 14:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dan Universitas Harvard, Jakarta Intercultural School (JIS) menggelar pelatihan khusus CS50x tentang ilmu komputer dan pemrograman bagi para guru.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendukung profesionalisme guru di bidang sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (STEAM).

"Transformasi pendidikan dimulai dari guru. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berkomitmen mendukung guru-guru di Indonesia melalui program inovatif di bawah kebijakan Merdeka Belajar," kata Mendikbudristek di Jakarta (2/3) beberapa waktu lalu.

"Melalui program pelatihan intensif selama enam bulan dari Guru Penggerak (Teacher Leader), Platform Merdeka Mengajar baru yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan guru untuk belajar dan berbagi praktik yang baik antara satu sama lain, serta program beasiswa gelar dan non-gelar, kami fokus pada peningkatan keterampilan dan kompetensi guru, termasuk dalam STEAM," imbuh dia.

Mendikbudristek juga berterima kasih kepada CS50 karena mendukung komitmen pemerintah dalam memberdayakan guru Indonesia, dalam rangka mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik dan lebih kuat.

Sementara itu, JIS Head of School, Maya Nelson bangga JIS menjadi tuan rumah untuk program CS50x Harvard, sekaligus mendukung misi Kemdikbudristek dalam mempromosikan praktek pengajaran yang efektif di Indonesia.

"JIS memiliki sejarah yang membanggakan dalam bekerja sama dengan institusi pemerintah dan swasta untuk berbagi inovasi terbaru dalam pengajaran. Dengan kolaborasi ini, kami tidak hanya memperkuat tradisi ini tetapi juga berperan lebih besar dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya ilmu komputer," papar dia.

Kursus tingkat pemula CS50x, yang diajarkan di Universitas Harvard, dan dipimpin oleh profesor Harvard, David J. Malan, menyajikan pengantar untuk ilmu komputer dan seni pemrograman.

CS50x diadaptasi dari CS50, dan guru dari berbagai wilayah di Indonesia akan belajar cara berpikir algoritmik serta menyelesaikan masalah dengan dan tanpa kode, mencakup abstraksi, struktur data, rekayasa perangkat lunak keamanan, pengembangan web, dan banyak lagi. Bahasa pemrograman yang digunakan selama kursus meliputi C, Python, SQL, JavaScript, CSS, dan HTML.

Setelah berhasil menyelesaikan kursus, guru dapat kembali memimpin pelajaran atau pelatihan di kelas mereka sendiri, yang selanjutnya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis siswa mereka dalam ilmu komputer dan pemrograman.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya