Jum'at, 17/02/2023 06:45 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Presiden Alexander Lukashenko mengatakan, dirinya hanya akan memerintahkan pasukannya untuk berperang bersama sekutu Rusia jika negara lain melancarkan serangan terhadap Belarusia.
Lukashenko, yang telah berulang kali membantah klaim dari Kyiv dan Barat bahwa negaranya dapat terseret lebih jauh ke dalam perang di Ukraina di pihak Moskow, juga mengatakan dia berencana untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat.
"Saya siap berperang dengan Rusia dari wilayah Belarus hanya dalam satu kasus: Jika bahkan satu tentara datang ke wilayah Belarus untuk membunuh rakyat saya," lapor kantor berita Belta mengutip Lukashenko dalam konferensi pers pada Kamis (16/2).
"Jika mereka melakukan agresi terhadap Belarusia, responsnya akan menjadi yang paling parah, dan perang akan menjadi sangat berbeda," kata dia lagi.
Akhiri Isolasi, Belarusia akan Buka Hubungan dengan Uni Eropa
Presiden Belarusia Klaim Usulan Putin untuk Ukraina Dipahami Trump
Menang Pemilu Lagi, Lukashenko Jadi Presiden Belarusia Sejak 1994
Rusia menggunakan Belarus sebagai batu loncatan untuk menginvasi Ukraina pada Februari 2022, meluncurkan serangan yang gagal di ibu kota Ukraina, Kyiv dari negara tersebut.
Kesibukan aktivitas militer dan latihan angkatan udara bersama antara Rusia dan Belarus awal tahun ini menghidupkan kembali kekhawatiran bahwa Minsk dapat bersiap untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam konflik tersebut.
Sumber: Reuters