Kamis, 16/02/2023 04:01 WIB
Madrid, Jurnas.com - Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez tampaknya belum sepenuhnya menerima takdir tim asuhannya harus berlaga di Liga Europa musim ini, pasca tersingkir di babak grup Liga Champions.
Menjelang pertandingan melawan Manchester United (MU), Xavi mengaku bahwa dia sering jengkel bila mendengarkan lagu kebangsaan (anthem) Liga Champions di televisi.
Menurut pelatih Spanyol tersebut, Barcelona seharusnya masih bertahan di Liga Champions hingga tahap akhir, alih-alih terlempar ke Liga Europa.
"Saya masih marah saat mendengarkan lagu Liga Champions di rumah. Atas nama sejarah dan kehebatan, kami seharusnya ada di sana," kata Xavi dikutip dari Goal pada Kamis (16/2).
Martinelli Siap Bawa Arsenal Melangkah Lebih Jauh di Liga Champions
Mikel Arteta Bangga Arsenal Ukir Sejarah Baru Liga Champions
Kompany Puji Mental Bayern Usai Singkirkan Real Madrid
"Tapi kami harus menghadapi kenyataan. Kami senang dengan kompetisi ini, yang sangat indah bagi tim-tim yang bertahan. Itu selalu penting, dan terlebih lagi di Eropa, karena kami menjalani beberapa musim tanpa hasil. Itu ujian yang bagus, tanpa diragukan lagi, untuk melihat bahwa kami bisa bersaing di Eropa," imbuh dia.
MU gagal lolos ke Liga Champions setelah finis di urutan keenam Liga Inggris musim lalu, sehingga harus puas berlaga di Liga Europa musim ini. Saat ditanya soal performa MU akhir-akhir, Xavi menyebut Setan Merah semakin kuat.
"Ini adalah Manchester yang sangat kuat, dan sudah saatnya kita melihat Manchester seperti itu," tutup dia.