Jum'at, 13/01/2023 19:59 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah menguasai kota tambang garam Soledar di Ukraina timur, mengklaim telah memperoleh keuntungan besar pertama di medan perang setelah setengah tahun mengalami kemunduran militer.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan, pasukannya berhasil merebut kota itu, yang telah lama menjadi fokus pertempuran sengit dan pengeboman pada Kamis (12/1) malam.
Perebutan kota tersebut oleh Rusia akan memungkinkan pasukannya untuk memotong rute pasokan Ukraina ke kota Bakhmut yang lebih besar, di barat daya, dan menjebak pasukan Ukraina yang tersisa di sana.
Reuters tidak dapat segera memverifikasi klaim Rusia, yang datang setelah berhari-hari diam dari kementerian tentang nasib kota tersebut.
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia
Intelijen Kenya Ungkap Bayaran Tentara Rusia, Dua Digit per Bulan!
Zelensky Belum Yakin Sekutu Barat Jamin Keamanan Ukraina
Kepala kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner mengatakan pada Rabu bahwa pasukannya telah mencapai "pembebasan" penuh dari kota pertambangan Soledar, klaim yang dibantah oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang mengatakan pertempuran terus berlanjut.
"Penguasaan Soledar dimungkinkan oleh pengeboman terus-menerus oleh musuh dengan penyerangan dan penerbangan tentara, pasukan rudal, dan artileri dari sekelompok pasukan Rusia," kata Kementerian Pertahanan Moskow.
Ukraina mengatakan sebelumnya pada hari Jumat bahwa pasukannya masih bertahan di Soledar setelah malam pertempuran yang "panas", yang telah menjadi salah satu medan perang paling berdarah dari seluruh perang.
Kedua belah pihak telah mengalami kerugian besar dalam pertempuran untuk kota kecil itu.
Moskow telah mencari kemenangan besar pertamanya setelah setengah tahun mundur secara memalukan. Kyiv mengatakan Rusia melemparkan gelombang demi gelombang tentara ke dalam pertarungan sia-sia untuk tanah kosong yang dibom.
Para pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kemenangan Rusia di Soledar, atau bahkan di Bakhmut, sebuah kota sepuluh kali lebih besar di mana Rusia sejauh ini berhasil dipukul mundur, tidak akan berarti banyak untuk lintasan perang secara keseluruhan.
"Bahkan jika Bakhmut dan Soledar jatuh ke tangan Rusia, itu tidak akan berdampak strategis pada perang itu sendiri," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional A,S John Kirby kepada wartawan di Gedung Putih, "dan itu pasti tidak akan berhenti. Ukraina atau memperlambat mereka".
Sumber: Reuters
Keyword : SoledarPerang Rusia Ukraina