Kamis, 12/01/2023 20:55 WIB
London, Jurnas.com - Pelatih Chelsea, Graham Potter akhirnya mengakui bahwa tidak mudah melatih The Blues, di tengah kritik yang dia dapatkan akibat buruknya performa tim London akhir-akhir ini.
Pria 47 tahun itu melanjutkan tongkat estafet yang ditinggalkan Thomas Tuchel pada September 2022. Dari 18 pertandingan yang telah dia lakoni, hanya delapan di antaranya berbuah kemenangan.
Akibatnya, Chelsea terlempar ke posisi ke-10 klasemen sementara Liga Inggris. Juga, The Blues tersingkir dari dua kompetisi domestik, yaitu Piala FA dan Piala Carabao.
Pendukung Chelsea juga tampaknya sudah kehilangan kesabaran dengan rezim Potter. Pasalnya, klub sudah menginvestasikan 250 juta pounds di bursa transfer musim panas lalu, namun upaya itu belum berdampak signifikan.
Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United
Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions
Dua Assist Lagi, Bruno Fernandes Akan Ukir Sejarah Baru di Premier League
"Inilah adanya. Kami harus berurusan dengan yang baru dan kami harus membangun sesuatu lagi karena banyak hal telah berubah, banyak hal datang dan pergi," kata Potter dikutip dari Goal pada Kamis (12/1).
"Itu bagian dari tantangan yang akan datang dan saya mengerti bahwa segala sesuatunya akan sulit dari perspektif kepemimpinan," imbuh dia.
"Saya pikir itu mungkin pekerjaan tersulit dalam sepak bola karena perubahan kepemimpinan dan ekspektasi. Saya jelas tidak berpikir kami akan kehilangan 10 pemain tim utama tetapi di situlah kami berada," sambung Potter.
Diketahui, Chelsea kehilangan sejumlah bintang senior, termasuk N`Kolo Kante dan Christian Pulisic karena cedera musim ini. Di luar lapangan, sebelumnya Roman Abramovich menjual klub pada Mei 2022 ke konsorsium yang dipimpin oleh pengusaha Amerika Todd Boehly.
Keyword : Graham Potter Chelsea Liga Inggris