Ukraina Bantah Klaim Rusia Tewaskan Ratusan Tentaranya

Senin, 09/01/2023 14:27 WIB

JAKARTA, Jurnas.com  - Rusia telah mengklaim militernya melakukan serangan balasan yang mematikan di pangkalan yang digunakan tentara Ukraina di wilayah Donbas. Namun, Kyiv membantah ada korban dalam serangan itu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal menghantam dua pangkalan sementara yang menampung 1.300 tentara Ukraina di Kramatorsk, di wilayah timur Donetsk. Dikatakan lebih dari 600 prajurit Ukraina tewas sebagai akibat dari apa yang mereka sebut serangan balasan terhadap tentara Ukraina.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov mengatakan serangan itu dilakukan sebagai pembalasan setelah Ukraina menewaskan puluhan tentara Rusia dalam serangan di Makiivka pekan lalu.

Pejabat Ukraina membantah ada korban dalam serangan Rusia di Kramatorsk.

Juru bicara pasukan Ukraina di Timur, Serhiy Cherevaty mengatakan bahwa serangan Rusia di Kramatorsk hanya merusak infrastruktur sipil. "Angkatan bersenjata Ukraina tidak terpengaruh," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Administrasi regional Donetsk, Pavlo Kyrylenko mengatakan, Rusia melancarkan tujuh serangan roket ke Kramatorsk, menambahkan bahwa "sebuah lembaga pendidikan, fasilitas industri, dan koperasi garasi" telah rusak dan tidak ada korban jiwa.

Walikota Kramatorsk Oleksandr Honcharenko mengatakan dua gedung sekolah dan delapan rumah apartemen rusak.

Serang di Makiivka

Pada dini hari tanggal 1 Januari, pasukan Ukraina meluncurkan roket ke sebuah fasilitas tempat tentara Rusia ditempatkan di Makiivka, Donetsk.

Setidaknya 89 tentara Rusia tewas dalam salah satu serangan paling mematikan terhadap pasukan Moskow sejak perang dimulai pada 24 Februari 2022.

Juga pada Minggu, militer Ukraina mengklaim telah menyerang aula perumahan sebuah universitas medis di Rubizhne, sebuah kota di wilayah Luhansk timur yang diduduki Rusia, menewaskan 14 tentara Rusia yang ditempatkan di sana. Jumlah yang terluka tidak diketahui, katanya.

Di tempat lain di timur, Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko mengatakan satu orang tewas dalam serangan di Bakhmut, dan delapan lainnya luka-luka.

Di wilayah Kharkiv timur laut, kota Merefa dihantam pada malam hari, menewaskan satu orang dan dua permukiman lain di wilayah itu dibombardir, kata Gubernur Oleh Syniehubov.

Perkembangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan gencatan senjata 36 jam untuk menandai Natal bagi umat Kristen Ortodoks, yang merayakan liburan pada 7 Januari. Gencatan senjata berakhir pada pukul 23:00 di Kyiv (21:00 GMT) pada hari Sabtu.

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas