Insiden Mapala UII Dikomentari Kampus Lain

Jum'at, 27/01/2017 08:19 WIB

Medan - Kasus kekerasan yang mengakibatkan tiga mahasiswa meninggal dunia dalam pendidikan dasar (Diksar) mahasiswa pecinta alam (Mapala) di Universitas Islam Indonesia (UII) menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan.

Salah satunya Universitas Sumatera Utara (USI) yang sangat prihatin dan menyebut cara-cara kekerasan dalam pelatihan mahasiswa sudah tidak relevan.

"Kegiatan di alam bebas memang butuh fisik yang kuat. Tapi bukan yang sifatnya kekerasan, penganiayaan," ujar Wakil Rektor I USU Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Rosmayati.

Diksar Mapala di USI sendiri, lanjut Rosmayati, dilakukan seperti melatih kebugaran fisik dan menempa keahlian untuk bertahan di alam bebas. Bukan memakai kekerasan fisik atau kontak fisik. Semua pelatihan ini ada prosedur yang harus diikuti.

"Dan Alhamdulilah di USI tidak ada kejadian seperti itu. Anak-anak Mapala USU akan kita mengingatkan lagi agar menaati prosedur pelatihan yang benar," tandas Rosmayati.

Sementara itu, Polres Karanganyar mengaku akan segera menetapkan tersangka atas tewasnya tiga mahasiswa peserta Diksar Mapala UII di Tlogodlingo, Gondosuli, Tawangmangu. Polisi menerjunkan 20 orang penyidik untuk memeriksa sedikitnya 11 saksi.

Keyword : Mapala UII USU

TERKINI
Puan di HUT Ke-81 DPR: Marilah Kita Terus Mawas Diri dan Kerja Nyata Komisi VII Dorong Dana Khusus Pemulihan Destinasi Wisata Terdampak Bencana Legislator PKB: Anggaran Pendidikan 2027 Harus Menjawab Persoalan Masyaraka Panel Surya dan Tanaman Bisa Berbagi Lahan, Hasilnya Lebih Efisien