Sindir Dudung Soal Dana Hibah dari Anies, Jubir PKB: Umar Hasibuan Tidak Wakili Partai

Sabtu, 24/12/2022 14:16 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Juru bicara milenial PKB, Dira Martamin menanggapi pernyataan Umar Hasibuan yang menyindir Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman terkait dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta yang hanya Rp16 miliar kala dirinya menjabat Pangdam Kodam Jaya.

Menurut Dira, pernyataan Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadinya yang kemudian ramai dikutip kanal berita itu tidak mewakili sikap PKB. Apalagi, lanjut dia, pernyataan itu hanya cuitan twitter yang kemudian dibesar-besarkan oleh media seolah menjadi sikap partai.

"Itu sih dia aja kali, pernyataan tersebut bersifat pribadi, tidak mewakili PKB sebagai partai,” kata Dira kepada wartawan, Sabtu (24/12/2024).

Dira melanjutkan, partai besutan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin itu tidak ada urusan dengan besaran dana hibah yang diberikan bekas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk Kodam Jaya yang kemudian disoal oleh Jenderal Dudung.

Menurut Dira, TNI adalah kekuatan pertahanan negara yang harus terus didukung untuk memperkuat diri dengan persenjataan canggih dan ketrampilan unggul.

"Ketua Umum PKB berpesan untuk terus mendukung TNI dalam membangun kerjasama strategis di semua sektor," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Jenderal Dudung menyayangkan karena Kodam Jaya hanya mendapatkan hibah sebesar Rp16 miliar dari Pemprov DKI Jakarta yang kala itu dipimpin Anies Baswedan. Jumlah itu dinilainya sangat kecil dibandingkan dana hibah Pemprov DKI ke unit militer lain.

Pernyataan tersebut dikomentari oleh Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadinya @UmarHasibuan77, sembari menautkan berita terkait.

"Mustinya anda terimakasih diberi hibah oleh Anies. Hibah dari Pemprov juga bukan buat Anda tetapi institusi TNI," tulis Umar Hasibuan melalui akun twitternya, @UmarHasibuan77.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya