Kamis, 15/12/2022 21:31 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor pertanian pada Januari-November 2022 mencapai US$4,32 Miliar. Dengan perolehan tersebut, ekspor pertanian meningkat 12,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/y-o-y).
Deputi Bidang Statistik dan Produksi BPS, M Habibullah mengatakan sektor pertanian secara kumulatif memiliki nilai share sebesar 1,61 persen dari total kumulatif ekspor nonmigas.
"Ekspor nonmigas selama Januari-November 2022 mencapai US$253,61 Miliar," jelas M Habibullah dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis, (15/12).
Ekspor nonmigas menyumbang 94,57 persen dari total ekspor Indonesia pada periode Januari-November 2022. Total ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai US$268,18 Miliar.
KPK Panggil Anak Eks Mentan SYL Terkait Kasus TPPU
KPK Segera Tindaklanjuti Penerimaan Jam Tangan Mewah Sudin
KPK Dalami Dugaan Anggota DPR Sudin Terima Uang Korupsi SYL
Secara keseluruhan, semua sektor mengalami peningkatan. Sektor migas meningkat 30,31 persen, sektor industri pengolahan 18,59 persen, serta sektor tambang dan lainnya 74,15 persen.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, peningkatan ekspor sudah sejalan dengan program yang dijalankan Kementan di bawah arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Salah satunya mendorong ekspor hortikultura, tanaman pangan dan produk olahan.
"Kementan terus berkomitmen untuk meningkatkan ekspor Indonesia melalui sektor pertanian. Hal ini sejalan dengan berbagai program dibawah arahan Pak Menteri," jelasnya.